Sewa Printer di Astragraphia, Kepuasan Miliki Printer Tanpa Harus Membeli

adolfo-felix-544405-unsplashMesin fotocopy multifungsi banyak diperlukan oleh para pelaku usaha, baik dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM) maupun skala perkantoran. Namun, anggaran yang tersedia seringkali belum memungkinkan untuk membeli mesin. Menjawab persoalan ini, Astragraphia Document Solution, menyediakan fasilitas sewa mesin khusus untuk mesin fotokopi multifungsi A3 yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Mesin yang tersedia untuk disewakan tersedia dengan dua pilihan, yaitu hitam-putih dan warna. Pelanggan juga dapat memilih mesin yang baru maupun rekondisi (90% new). Selama masa rental, pelanggan dapat menggunakan produk dan jasa dari Astragraphia secara penuh, termasuk layanan servis jika ada kerusakan atau kehabisan toner. Pelanggan dapat menghubungi Halo Astragraphia 1500345 atau email ke ccc@astragraphia.co.id.

Apabila terjadi kerusakan mesin, pelanggan berhak mendapatkan layanan 3 Hours Down Time, layanan eksklusif bagi pelanggan Astragraphia berupa jaminan perbaikan mesin dalam waktu 3 jam sejak waktu dilaporkan. Informasi lebih lanjut mengenai layanan 3 Hours Down Time,

 

Mesin fotocopy yang dipinjamkan kepada pelanggan, merupakan mesin milik Astragraphia dan sudah diasuransikan. Sehingga, jika terjadi force majeure seperti bencana alam (kebakaran, kebanjiran), mesin dapat digantikan dengan yang baru. Pelanggan cukup melampirkan laporan yang dikeluarkan oleh petugas kepolisian setempat.

Astragraphia Document Solution merupakan distributor eksklusif Fuji Xerox di Indonesia dan sudah menjadi perusahaan Tbk selama lebih dari 40 tahun di Indonesia. Astragraphia Document Solution memiliki 32 cabang dan 92 titik layan yang tersebar di seluruh Indonesia. Klik disini untuk mengetahui kantor cabang Astragraphia

Untuk memudahkan pencarian mengenai produk yang tepat untuk disewa, silakan menggunakan menu filter yang ada di kategori produk multifungsi melalui tautan berikut: https://www.documentsolution.com/products?c=multifunction-all-in-one-printers.

Advertisements

Astragraphia Hadirkan Solusi Dokumen yang Dirancang Khusus untuk Perusahaan Oil & Gas, Mining, dan Konstruksi

LRG_DSC04108

Astragraphia Document Solution menggandeng OpenText untuk memperkenalkan solusi dan perangkat yang dapat mendukung efisiensi pengelolaan dokumen, khususnya pada perusahaan Oil & Gas, Mining, dan Kontruksi. Solusi yang dibawakan pada kesempatan ini adalah solusi ECM (Enterprise Content Management System) dan EPFM (Engineering Plant & Facilities Management). Pada acara ini, Astragraphia juga menawarkan solusi dari mesin multifungsi Fuji Xerox C7771 Series (ApeosPort-VI C Series).

ECM (Enterprise Content Management System)

ECM adalah sebuah solusi pengelolaan dokuman perusahaan secara elektronik. Solusi ini memungkinkan dokumen untuk dapat dikelola sampai ke konten yang terkandung dalam dokumen tersebut. Kali ini, solusi yang dihadirkan adalah solusi Documentum dari OpenText.

Solusi ECM juga dapat diintegrasikan dengan database dan sistem komputasi yang ada di perusahaan. Solusi ini sesuai untuk diimplementasikan pada perusahaan yang membutuhkan kemampuan pengelolaan dokumen elektronik yang besar, yang memerlukan fleksibilitas, dan kecepatan akses dokumen elektronik yang tersimpan dalam sistem.

EPFM (Engineering Plant & Facilities Management)

EPFM merupakan sebuah solusi pengelolaan dokumen secara digital yang dapat menangani pengelolaan informasi dan proses yang kompleks terkait keperluan teknis, pabrik, dan fasilitas dengan biaya yang efektif. Solusi ini menyediakan aplikasi vertikal yang memungkinkan konten untuk dikelola pada infrastruktur Documentum yang stabil.

Solusi EPFM dirancang untuk melindungi informasi, menyederhanakan proses operasional, memastikan kepatuhan terhadap peraturan, dan mengoptimalkan manajemen pabrik dan fasilitas. Solusi EPFM merupakan solusi yang spesifik dibuat untuk perusahaan oil & gas, perusahaan engineering, dan konstruksi.

Perangkat Multifungsi Fuji Xerox C7771 Series (ApeosPort-VI C Series)

Untuk pengelolaan dokumen yang optimal, Astragraphia Document Solution mempersembahkan perangkat multifungsi Fuji Xerox C7771 Series (ApeosPort-VI C Series) yang dapat menjadi gateway antara proses alih media dokumen dari berupa hard copy menjadi soft copy untuk kemudian dimasukkan ke solusi pengelolaan dokumen elektronik (ECM & EPFM) sehingga proses implementasi solusi ECM & EPFM dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Astragraphia Document Solution menggunakan software dari OpenText Documentum yang selama ini secara konsisten melakukan pengembangan solusi ECM & EPFM. Berdasarkan data Gartner (2017), OpenText berada dalam kategori “Leaders” dalam Magic Quadrant for Content Services Platforms.

EPFM

Astragraphia Document Solution didukung dengan jaringan penjualan dan layanan purna jual yang telah menjangkau hingga 514 kota dan kabupaten di seluruh pelosok nusantara, didukung oleh 86 orang System Analyst bersertifikasi dan 300 orang Customer Engineer yang handal dan terlatih untuk memastikan produktivitas solusi dokumen di mesin MFD Fuji Xerox yang ada di pelanggan dapat berjalan dengan baik. Pelanggan dapat langsung menghubungi Halo Astragraphia di nomor telepon 1500345 atau kunjungi website Documentsolution.com.

 

Maksimalkan Kebutuhan Cetak A3 dengan Printer Laser Warna Terbaik

maksimalkan print a3

Pernahkan anda kebingungan mencari printer laser warna A3 terbaik untuk kebutuhan cetak di tempat bisnis anda sekarang? Sekarang saatnya untuk mengetahui produk yang memiliki berbagai macam kelebihan untuk menjawab semua kebingungan tersebut sehingga anda tidak perlu lagi ribet  mencari printer laser warna terbaik untuk anda miliki. Astragraphia sebagai distributor eksklusif sekaligus principle resmi mesin Fuji Xerox di Indonesia memiliki produk unggulan yaitu Fuji Xerox Color Multifunction dengan tipe DocuCentre VI C 3371 sebagai mesin printer laser warna terbaik dikelasnya.

Hadir dengan Smart Work Gateway, Fuji Xerox Color Multifunction DocuCentre VI C3371 memberikan kenyamanan dan fleksibilitas bagi pengguna (user) untuk mencetak dokumen hingga ukuran A3 bahkan SRA3 (A3+) dengan kecepatan mencapai 30 ppm. Mesin ini juga telah mendukung fitur copy, print, scan dan fax. Untuk hasil cetak, Fuji Xerox selalu ingin menjaga kualitas cetak terbaik dikelasnya, dengan print resolusi 1.200 x 2.400 dpi dan high definition.

Mesin fotokopi color multifungsi ini juga dapat melakukan print dengan varian kertas mulai dari 52 hingga 300gsm. Fuji Xerox DocuCentre VI C3371 merupakan mesin printing yang lebih hijau dimana konsumsi listriknya hanya 0,5 watt saja (standby mode) dan mempunyai smart energy management. Wajar saja jika mesin DocuCentre VI C 3371 ini menjadi mesin fotocopy color populer di pasaran dan dinobatkan sebagai printer laser warna A3 terbaik hingga kini.

Info lebih lengkap mengenai cara transaksinya serta informasi lebih lanjut bisa langsung menghubungi Halo Astragraphia di nomor telepon 1500345.

“Empat Warna Special Color dari Fuji Xerox Iridesse Membuat Hasil Print Jauh Lebih Memukau”

Printart2

Sang pemilik perusahaan, Bapak Sarwie atau biasa dipanggil Pak Awie (kelahiran 8 Desember 1953) walaupun dengan berlatar belakang pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama saja, tetapi pengetahuan otodidaknya menjadikan beliau sebagai Electrical Engineering sebuah perusahaan swasta sejak tahun 1976 hingga tahun 1982. Dan pada tahun 1983, Pak Awie mengembangkan usaha sendiri di bidang percetakan.

Kini usaha Percetakan Pak Awie, berkembang menjadi besar. Bisa dikatakan yang terbesar di Pekanbaru. Print Art kini telah memiliki lebih kurang 60 karyawan dengan armada mesin yang cukup lengkap, baik offset maupun digital printing. Diantaranya 2 unit mesin cetak Offset Heidelberg SM 52/4, 1 unit mesin cetak Offset Heidelberg SX 74/2, 3 unit mesin cetak Offset Heidelberg GTO 52/2, Mesin-mesin cetak Digital Printing large format Indoor & outdoor,  Mesin Fuji Xerox Production DC9000, Mesin Fuji Xerox Production C800, dan Mesin Fuji Xerox Production Iridesse.  Redaksi mendapatkan kesempatan mewawancarai pemilik usaha percetakan ini, untuk mendapatkan opini-opini beliau termasuk mengenai pilihan mesin terbarunya, Fuji Xerox Production Iridesse

Print Art Printing

Bisa diuraikan visi misi ke depan dari PrintArt?

Print Art berusaha untuk selalu mengikuti perkembangan zaman, karena trend cetak dari tahun 80-an sudah sangat berbeda dengan trend saat ini. Printshop kami selalu mengikuti trend teknologi digital printing, jadi setiap hasil cetakan kami dapat diterima masyarakat luas dari berbagai kalangan.

Bagaimana kondisi cetak di daerah Bapak? Prospek ke depannya dan peluang marketnya?

Saya melihat Peluang pasar printing di Pekanbaru sangat besar. Disini PrintArt senantiasa ingin memberi yang terbaik untuk konsumen. Inilah salah satu alasan kenapa akhirnya kami memilih mesin Fuji Xerox Iridesse.

Ada rencana pengembangan usaha ke daerah lainnya?

PrintArt berfokus pada pasar atau market di Pekanbaru. Karena tadi peluang disini masih cukup besar. Kami berusaha melakukan improvisasi demi menjaga kepuasan pelanggan kami yang membutuhkan hasil cetak berkualitas.

Apa alasan teknis Bapak memillih mesin cetak Fuji Xerox Iridesse Production Press?

Saat melihat mesin Iridesse ini, saya merasa bahwa mesin digital dari Fuji Xerox ini dapat menjawab tren market saat ini. 4 warna special color-nya yang membuat hasil print jauh lebih memukau. Kami di Print Art berani menginvestasi ke-empat warna special sekaligus yaitu Gold dry-ink, Silver dry-ink, Clear dry-ink, dan juga White dry-ink.

Selain bisa menghasilkan warna metallic ini, yang paling saya suka adalah mesin Iridesse bisa melakukan pencetakan long banner sampai ukuran 330 x 1.200 mm (standard). Selain itu kami melihat after sales service yang baik dari Astragraphia. Kami pegang janji dari tenaga support dari Astragraphia mulai dari sales, customer service, dan teknisi. Semua memberikan support yang cepat dan baik. Oleh karena itu, semua mesin digital printing di Print Art bermerk Fuji Xerox dari Astragraphia.

Opini Bapak/Ibu mengenai trend industri printing ke depannya?

Industri kreatif cukup menjanjikan dan tentunya perlu didukung dengan mesin kualitas yang baik juga. Kami di Print Art berusaha untuk terus mengikuti perkembangan design dan industri kreatif.


Print Art

“…kami melihat after sales service yang baik dari Astragraphia. Kami pegang janji dari tenaga support dari Astragraphia mulai dari sales, customer service, dan teknisi. Semua memberikan support yang cepat dan baik.”

Joko Purwono (Pemilik Percetakan Ideadigi) : “Astragraphia Mempunyai Sistem Purna Jual yang Cukup Bagus”

Ideadigi kini telah memiliki 15 karyawan dan terus tumbuh menjadi percetakan digital printing yang berpengaruh di Sidoarjo.

Di edisi kali ini redaksi melakukan wawancara dengan salah satu pelanggan setia Majalah Print Graphic, yaitu Bapak Joko Purwono, pemilik percetakan Ideadigi Media Pratama, Sidoarjo. Joko Purwono sendiri terlahir di Lamongan, 25 Maret 1975, Bapak dua anak ini, menceritakan bagaimana ia bisa terjun ke dunia cetak mencetak setelah lulus kuliah.

 

Layanan Purna Jual yang Bagus

Bisa diceritakan latar belakang usaha percetakan yang Bapak jalani ?

Usaha ini kami rintis di pertengahan tahun 2007 dengan bermodalkan mesin outdoor 1 unit. Dikarenakan keterbatasan modal, kami berusaha memaksimalkan mesin yang ada.

Lambat laun, pasar digital printing semakin besar, sementara masih sedikit pemain digital printing di daerah Sidoarjo saat itu, kami pun memutuskan untuk merambah pangsa pasar ke cetak indoor dengan menambahkan mesin ecosolvent. Menurut kami ini sangat cocok dengan karakter konsumen kami yang banyak mengerjakan pekerjaan indoor, permintaannya hampir menyamai outdoor.

Pada tahun 2010, banyak pemain besar digital printing masuk ke daerah kami, sehingga persaingan semakin keras. Kompetitor menawarkan pelayanan yang lengkap. Outdoor, indoor dan cetak kertas A3+. Pada masa itu kami hanya sebagai penonton untuk sektor cetak A3+, dikarenakan lagi-lagi, keterbatasan modal. Awal 2014 kami berusaha untuk ikut meramaikan pasar A3+ dengan menginstalasi mesin Fuji Xerox C75 dan untuk mesin B/W menggunakan Fuji Xerox DocuCentre II 5010. Walaupun agak terlambat, tapi kami harus mengambil kesempatan untuk masuk ke pasar cetak A3+.

Kami sangat tertolong dengan bertumbuh suburnya UKM di daerah kami sehingga pasar A3+ semakin ramai, walau dengan konsekuensi margin keuntungan jauh berkurang. Dengan bertambahnya volume cetakan yang masuk melebihi kapasitas mesin yang kami miliki, maka pada awal tahun 2017 kami menambah keluarga mesin A3+ dengan menginstalasi mesin Fuji Xerox C800i. Pada tahun yang sama kami juga menambah anggota keluarga untuk mesin B/W dengan Fuji Xerox D125.

Sidoarjo sebagai kota penyangga dan ditunjang secara jarak tidak terlalu jauh dengan Surabaya, maka kondisi bisnis cetaknya pun tidak terlalu jauh dengan Surabaya. Harga harus kompetitif, pelayanan harus cepat dan kualitas harus baik. Sehingga para pengusaha digital printing harus selalu update pada teknologi mesin terbaru, dan berkualitas.

Joko Purwono

Prospek ke depannya dan peluang marketnya?

Sebagai kota industri dan penyangga Surabaya, Sidoarjo berkembang dengan pesat mempunyai prospek yang cukup baik untuk bisnis digital printing. Mulai dibangunnya banyak apartemen dan pusat-pusat bisnis yang membutuhkan mitra untuk produksi bahan promosi yang terpercaya dari segi kualitas dan ketepatan waktu produksi.

Perkembangan kota serta kesadaran masyarakat untuk berwirausaha berdampak pada menjamurnya UKM yang selalu kreatif memasarkan produk mereka. Disini merupakan tantangan buat pemain digital printing untuk selalu berinovasi dan menjaga kualitas produk dan pelayanan.

Sepertinya anda fanatik Fuji Xerox. Apa alasan Bapak memillih mesin cetak Fuji Xerox C800i?

Dari sisi teknisnya, Fuji Xerox mempunyai brand yang cukup kuat dari segi ketahanan mesin dan kualitas hasil. Saya memilih C800i karena mempunyai karakter mesin heavy duty sehingga waktu dituntut untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang banyak dengan waktu yang singkat serta kestabilan hasil, mesin ini masih bisa diandalkan.

Dari sisi purna jualnya, Astragraphia mempunyai sistem yang cukup bagus sehingga pelayanan dalam one day service serta ketersedian partnya bisa diandalkan.

Dari sisi harga, memang cukup mahal dibandingkan dengan merk kompetitornya dan biaya produksi (klik charge) juga lebih mahal dari kompetitor. Tapi secara keseluruhan, bagi saya tidak menjadi masalah karena tertutupi dengan pelayanan serta kualitas mesin dan hasil.

Selain Fuji Xerox, bisa diuraikan mesin-mesin cetak lainnya dan mesin finishing yang telah dimiliki?

Taimes T8 Km1024, Flora KM 512i (Outdoor), Mesin Textile Direct Print Taimes TX 1800 KM512i (Textile),

Roland VS 640, Epson Surecolor S60670 (Eco solvent), dan Untuk Finishing kami, Mesin Potong Kertas Polar Mohr, Laminasi Panas 35 cm (3 Unit), Mesin Binding, Mesin Spiral, Trimer RS, Laminasi dingin manual, mesin laminasi hot & cold automatic Fayon 1,6.

Ideadigi Media Pratama

Ruko Graha Anggrek Mas Regency A38, Jl. Raya Pagerwojo, Ds. Pagerwojo, Kec. Buduran, Kab. Sidoarjo

Ideadigi1

Tips Jitu Sewa Mesin Fotokopi yang Handal nan Awet

 

Tips Jitu Fotocopy

Kini menyewa mesin fotocopy multifungsi telah menjadi kebutuhan di hampir seluruh area perkantoran. Alasan efesiensi, ekonomi hingga berbagai manfaat lain menjadi alasan utama mengapa layanan sewa fotocopy multifungsi menjadi primadona jika dibandingkan memiliki unit fotocopy multifungsi dengan membelinya secara langsung. Namun, menyewa mesin fotocopy kadang menjadi dilema tersendiri, terutama jika di hadapkan pada kualitas mesin hingga service mesin yang seringkali “rewel”. Demi menjawab ini semua, sebaiknya anda melakukan survey atau pencarian informasi mengenai penyedia layanan sewa fotocopy multifungsi sebelum memutuskan pilihan.

Layanan penyedia fotocopy multifungsi sudah semestinya memberikan jaminan bahwa mesinnya dalam performa terbaik, tidak lupa memastikan kualitas servis/jasa layanan yang memuaskan. Sehingga alasan menyewa fotocopy multifungsi menjadi lebih rasional dan jelas. Salah satu layanan penyedia sewa mesin fotocopy multifungsi yang memberikan mesin berkualitas hingga jasa layanan yang handal adalah Astragraphia Document Solution.

Astragraphia memberikan rekomendasi mesin Docucentre V 3060 bagi anda yang ingin menyewa mesin Multifungsi B/W atau Docucentre VI C2271 untuk alternative Color Multifungtion. Untuk layanan penyewaan pelanggan bisa memilih opsi mesin baru maupun rekondisi dengan harga rental mesin berkisar mulai dari 1 jutaan saja. Selain itu Astragraphia juga memiliki layanan 3 hours downtime sebagai layanan handal untuk melakukan perbaikan pada mesin dengan jaminan waktu 3 jam.

Serta untuk instalment, pelanggan bisa mengisi form berikut ini (backlink Contact Us) serta informasi lebih lanjut bisa langsung menghubungi Halo Astragraphia di nomor telepon 1500345.

 

Buku Fotografi “Guardians of Tradition” karya P. J. Leo Diluncurkan Catatan Visual Tentang Cina Benteng untuk Rayakan 35 Tahun The Jakarta Post

Cina Benteng

Jakarta, 27 April 2018 – Jurnalis foto harian The Jakarta Post, Pujianto Johan Leo atau yang lebih dikenal dengan nama P. J. Leo, meluncurkan buku fotografi mengenai etnis Cina Benteng berjudul “Guardians of Tradition”. Peluncuran buku fotografi ini merupakan salah satu rangkaian perayaan hari jadi yang ke-35 harian berbahasa yang mulai terbit sejak 25 April 1983 tersebut.  Foto-foto dalam buku ini merupakan kumpulan karya jurnalistik Leo tentang Cina Benteng yang dibuat dalam rentang waktu antara 2009 hingga 2018 dan pernah dimuat sebagai esai foto dalam beberapa edisi The Jakarta Post.

Leo memiliki ketertarikan mendalam terhadap sejarah dan perkembangan masyarakat Cina Benteng yang bermula ketika ia melakukan hunting foto ke Klenteng Boen Tek Bio, salah satu klenteng Tionghoa tertua di Jabodetabek yang berada tepat di pusat kawasan Pecinan, Pasar Lama Tangerang.

Nama Benteng yang melekat pada sebutan bagi masyarakat Tionghoa di Tangerang ini merujuk pada lokasi tempat mereka tinggal yang berada dekat dengan benteng Belanda yang difungsikan sebagai pos pengamanan untuk menjaga wilayah kekuasaan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) itu dari serangan pasukan Kesultanan Banten. Saat ini, masyarakat Cina Benteng banyak mendiami beberapa wilayah di Tangerang seperti kawasan Pasar Lama, Karawaci, Pabuaran, Sewan, Curug, Legok, Panongan dan beberapa wilayah lainnya. Umumnya, kawasan-kawasan yang didiami oleh warga Cina Benteng masih berada di sekitar daerah aliran sungai Cisadane.

Mangara Pangaribuan, Direktur PT Astra Graphia Tbk mengatakan, “Indonesia terdiri dari berbagai etnis dan kekayaan budaya yang tercipta dari berbagai latar belakang sejarah. Warisan budaya ini perlu kita jaga dan lestarikan untuk mengenang perjuangan nenek moyang kita terdahulu. Peluncuran buku Cina Benteng oleh P.J. Leo dari The Jakarta Post merupakan ide yang sangat kreatif untuk melestarikan budaya. Langkah ini selaras dengan nilai-nilai perusahaan kami, yaitu Valuable to the Nation and Life,sehingga kami merasa terhormat telah terpilih untuk mendukung proses pencetakan buku Cina Benteng. Kami berharap masyarakat Indonesia dapat memunculkan ide-ide yang lebih kreatif lagi dalam mengenang sejarah bangsa untuk diwariskan ke generasi-generasi mendatang.”

Cina Benteng2.JPG

Cukup banyak ritual dan tradisi serta aspek-aspek kehidupan masyarakat Cina Benteng yang dicatat oleh Leo dalam kerja jurnalistiknya. Ia meliput tak hanya perayaan Arak-arakan 12 Tahunan untuk memindahkan Toapekong dan patung Dewi Kwan Im yang di puja oleh masyarakat Cina Benteng dari Klenteng Boen San Bio di kawasan Pasar Baru Tangerang ke Klenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama, tapi juga pernikahan dengan adat Cina Benteng yang kini telah sangat langka digelar.

Di luar berbagai tradisi tersebut, Leo juga berinteraksi dengan banyak warga Cina Benteng yang memiliki berbagai keahlian unik untuk bidang-bidang yang tak lagi menarik bagi generasi muda seperti pesinden dan musisi Gambang Kromong generasi terakhir di Tangerang, pembuat Tehyan, alat musik khas Cina, hingga pengerajin kue keranjang atau pemilik Rumah Kebaya rumah khas Cina Benteng yang makin sulit ditemui karena berganti dengan rumah modern.

“Saya mencoba mengabadikan kisah tentang orang-orang Cina Benteng yang kerap tak tertangkap radar. Pengerajin kue keranjang yang saya datangi, misalnya, bukan Ny. Lauw yang pabriknya telah dikenal luas, melainkan seorang encim tua yang masih mengaduk sendiri tungku dodolnya,” kata Leo.

 

Melalui foto-foto dan catatan yang dibuatnya, Leo mencoba menampilkan sisi humanisme yang didekati dan diselaminya sepanjang melakukan tugas jurnalistik di kawasan pemukiman Cina Benteng di berbagai wilayah Tangerang. Melankoli kehidupan warga Cina Benteng yang dengan gigih mempertahankan dan merawat tradisi leluhur mereka berusaha ditangkap Leo dan dijadikan catatan visual yang diharapkan bisa menjadi sumbangan literatur bagi siapa saja yang ingin mengenal kehidupan masyarakat Cina Benteng dengan lebih baik. Semata-mata karena ia ingin karya foto dan catatannya tentang Cina Benteng yang tercecer di berbagai edisi harian The Jakarta Post dapat dikumpulkan dan menjadi sekelumit catatan yang dapat dibuka dan dibaca ulang manakala ada orang yang ingin mengetahui serba serbi warga Tionghoa di Tangerang itu. Lewat buku ini, Leo mencoba mengabadikan cerita tentang warga Cina Benteng dan daya hidup yang terus coba mereka sambung untuk dapat mempertahankan tradisi leluhurnya.

Chief Executive Officer The Jakarta Post, Judistira Wanandi atau yang lebih akrab disapa Yudi Wanandi mengaku bahagia, The Jakarta Post dapat menerbitkan buku “Guardians of Tradition”karya Leo ini di ulang tahun ke-35 harian berbahasa Inggris tersebut. “Diterbitkannya buku ini memiliki arti penting dalam merajut kembali semangat persatuan Indonesia yang saat ini dirasa mulai pudar, dengan menanamkan pemahaman kepada para pembacanya tentang kebhinnekaan yang dimiliki bangsa Indonesia,” Yudi mengatakan.

Buku ini, menurut Yudi, merupakan sebuah sarana untuk mengenal lebik dekat komunitas etnis Cina Benteng yang ada di Tangerang. “Kami berharap, foto-foto indah di dalam buku ini, bisa menjadi sarana bagi siapa pun untuk mengenal dan memahami lebih jauh sejarah dan kehidupan komunitas Cina Benteng. Melalui artefak-artefak yang ditinggalkan para leluhur dan tuturan dari Oey Thin Eng, yang selama 15 tahun mendedikasikan hidupnya untuk Klenteng Boen Tek Bio dan sangat fasih menceritakan sejarah komunitas ini,” Yudi menandaskan. Selain itu, Yudi juga berharap buku “Guardians of Tradition” ini memperoleh sambutan positif dari masyarakat dan memberikan pengaruh yang signifikan dalam proses menumbuh kembangkan dan merawat kebhinnekaan yang merupakan kekayaan bangsa kita.