About Astragraphia Document Solution

Astragraphia mengawali perjalanan bisnis pada tahun 1971 sebagai Divisi Xerox di PT Astra Internasional yang kemudian dipisahkan menjadi badan hukum sendiri pada tahun 1975. Pada tanggal 22 April 1976 Astragraphia ditunjuk secara langsung sebagai distributor ekslusif dari Fuji Xerox Co. Ltd. Jepang untuk seluruh Indonesia dengan ruang lingkup usaha sebagai penyedia perangkat perkantoran. Tahun 1989 Astragraphia mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) dengan simbol saham ASGR. Per tanggal 31 Desember 2009, 76,87% saham Astragraphia dimiliki oleh PT Astra International Tbk, dan sisanya dimiliki oleh publik. Sejalan dengan tuntutan kebutuhan pelanggan yang dinamis dan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, sejak tahun 1990-an Astragraphia mulai merintis transformasi bisnis menjadi penyedia solusi teknologi informasi. Sejak tahun 2008 manajemen telah memantapkan ruang lingkup usaha Astragraphia sebagai penyedia bisnis berbasis teknologi informasi & komunikasi atau yang dikenal dengan sebutan ICT (Information & Communication Technology). Kantor pusat Astragraphia terletak di Jalan Kramat Raya 43, Jakarta 10450, dan memiliki 92 titik layan di 32 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Document Management System Menjembatani Semua Sistem yang Ada Dalam Perusahaan

Image 1

Rangkaian terakhir dari solusi pengelolaan dokumen perusahaan ini sebenarnya merupakan teknologi lama yang kembali booming di masa Industry 4.0 sekarang. Document Management System pada intinya merupakan efisiensi yang berujung pada productivity, di mana seluruh berkas yang sudah didokumentasi bisa diakses oleh semua orang.

Terdengar familiar kah? Ya, tahap terakhir ini memang serupa dengan sistem berbagi data/folder pada GDrive yang sudah umum digunakan oleh perorangan maupun bisnis. Pada perusahaan yang menggunakan Google sebagai basis operasionalnya maka GDrive memang sejalan dengan fitur-fitur Google lainnya. Namun bagi perusahaan yang terlanjur menggunakan beragam sistem dalam operasionalnya akan membutuhkan penjembatan untuk semuanya, disinilah document management system berperan.

Image 2 - Document Management System Menjembatani Semua Sistem yang Ada Dalam Perusahaan Astragraphia Document Solution

Document management system memiliki fungsi-fungsi antara lain:

  • User authority, dimana akan diatur siapa yang menjadi admin atau user dengan full access misalnya
  • Repository, untuk mengarsipkan dokumen yang tidak aktif digunakan
  • Content management dari mulai penyimpanan hingga pengelolaan seperti perjanjian kerja sama yang melibatkan beberapa pihak sekaligus. Masing-masing pihak tersebut bisa mengakses, mengunggah dan mengubah isi dari dokumen. Ke depannya, content management dirancang untuk bisa mengirim notifikasi berupa email bila masa berlaku sebuah perjanjian sudah hampir berakhir.
  • Audit trail, untuk melihat siapa saja yang sudah mengakses, mengunduh, membagikan atau mem-forward sebuah dokumen.
  • Versioning, dimana versi terbaru yang sudah diedit akan tersimpan tanpa menghilangkan data awal
  • Split & combine, memungkinkan Anda untuk mengambil bagian dari file A untuk disisipkan ke dalam file B
  • Search file lebih mudah dengan adanya fitur repository
  • Workflow routing yang berguna untuk proses persetujuan (approval) sebuah dokumen. Dalam struktur organisasi bertingkat dimana proses persetujuan berjalan dari A ke B lalu ke C, maka dokumen yang A kirim untuk B tidak bisa dibaca oleh C sebelum dibaca dan disetujui oleh B. Proses inilah yang menggantikan proses persetujuan berupa paraf di atas kertas.

Fitur-fitur di atas dimungkinkan dengan penambahan penggunaan perangkat lunak OpenText DocumentumFuji Xerox DocuShare, dan Opentext Alchemy.

Opentext Documentum merupakan solusi advanced yang banyak dikenal dan digunakan karena bisa dikustomisasi secara rinci, memungkinkan integrasi dengan Core System pelanggan, dan bisa diimplementasikan ke dalam workflow yang lebih kompleks.

Fuji Xerox Docushare selain untuk repository bisa digunakan untuk kolaborasi dokumen bila ada kebutuhan approval ataupun versioning, dan juga untuk retention (pengaturan notifikasi saat masa berlaku dokumen akan berakhir). Sementara Opentext Alchemy merupakan perangkat lunak yang diperuntukan khusus repository.

Pembahasan ini sekaligus merupakan penutup dari rangkaian office software yang didalamnya terdiri atas Print Management System, Data Capture, dan terakhir Document Management System, yang kesemuanya bermuara pada tujuan yang sama yaitu efisiensi dan efektifitas dalam bekerja.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengelolaan dokumen dari mulai Print Management System, Data Capture, dan terakhir Document Management System, hubungi Halo Astragraphiadi nomor 1500-345 setiap Senin – Jumat, selama jam kerja (06.00 – 18.00 WIB).

Advertisements

Ekonomi Kreatif Indonesia Terus Tumbuh, Peluang Bagi Desainer Grafis

Astragraphia Dukung Ekosistem Ekraf dengan Berikan Edukasi Digital Printing kepada Para Desainer Grafis Indonesia

Jakarta, 15 Mei 2019 – Saat ini, Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data terbaru dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Produk Domestik Bruto Sektor Ekraf tahun 2017 menyebutkan Ekonomi Kreatif memberikan kontribusi sebesar 7,44 persen terhadap total perekonomian nasional dengan nominal sebesar 989 triliun rupiah. PDB Ekraf terus tumbuh sebesar 5.06 persen pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016.

Data BEKRAF

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf menyampaikan bahwa setiap tahun, industri kreatif Indonesia selalu tumbuh positif. PDB Ekonomi kreatif diproyeksikan telah meningkat mendekati 1,102 triliun pada 2018. Pertumbuhan pesat terjadi pada 4 subsektor, salah satunya adalah Desain Komunikasi Visual (DKV) bertumbuh sebesar 8,14 persen[1].

Islamuddin Rusmin Reka Pelaksana Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif mengatakan“Industri ekonomi kreatif kedepan akan menjadi salah satu motor penggerak bagi perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global. Dengan potensi market yang besar, serta munculnya generasi milenial, subsektor desain komunikasi visual memiliki potensi dalam mendorong pertumbuhan Ekraf yang juga dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap subsektor Ekraf lainnya, misalnya pada Ekraf Kuliner, Fesyen, Kriya, dan sebagainya.”

Kedepan, keberadaan desain komunikasi visual/grafis dan desain produk akan menjadi penting dalam perkembangan industri kreatif. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan pelaku usaha terkait  branding, materi tampilan, desain katalog dan lain-lain. Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) pun beberapa kali memberikan pelatihan kepada UMKM yang ada di Indonesia, baik bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) maupun dengan institusi lain.

Rege IndrastudiantoCo-Founder & Design Director of Visious Studio yang juga Ketua Asosiasi Designer Grafis Indonesia (ADGI) mengatakan, “Desain grafis dan desain produk merupakan sebuah elemen penting, dikarenakan, kesan pertama ketika melihat produk adalah dari tampilannya dulu, baik dari bentuk produk, warna maupun kemasannya. Kesan terhadap produk ini yang harus dipahami oleh para produsen. Tampilan identitas visual yang menarik, baik dari cerita, grafis maupun kualitas cetak, akan mampu memberikan kesan yang baik atas produk yang ada. Saran kami, untuk para pelaku industri, bisa lebih memperhatikan soal identitas visual.”

Menurut data BEKRAF yang dihimpun selama periode 2011 hingga 2016, kontribusi PDB Laju pertumbuhan subsektor Desain Komunikasi Visual tercatat yang tertinggi keempat di ekonomi kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa subsektor Desain Komunikasi Visual memiliki potensi yang dahsyat, namun masih terkendala oleh ekosistem dan fasilitas yang terbatas.

[1] http://www.bekraf.go.id/berita/page/8/semakin-diminati-pdb-ekonomi-kreatif-capai-rp1000-triliun

Para Narasumber

Emir Hakim, Founder, Director – E+Partners Brand Design Consultancy serta Board of Directors dari ADGI ini pun mengatakan, “Perkembangan industri kreatif di Indonesia, merupakan sebuah kesempatan baik (opportunity) bagi kami yang berprofesi sebagai desainer grafis. Selama ini kiblat desain selalu dari luar negeri, dan sekarang saatnya para desainer grafis Indonesia menunjukkan karya-karyanya, sehingga tidak kalah saing dengan desainer dari luar negeri. Saya pribadi optimis dengan dukungan pemerintah mengenai Ekraf dan pentingnya sinergi antara praktisi, korporasi/dunia usaha serta pemerintah, kami para desainer grafis dan produsen Ekraf dapat berkolaborasi dalam memajukan Industri Kreatif Indonesia jauh lebih baik.”

Para desainer grafis perlu didukung dengan edukasi agar hasil cetak rancangan dapat tercipta sesuai harapan desainer dan pelaku usaha. Mulai dari pencarian ide desain, draft desain, hingga eskalasi sampai ke percetakan dan finishing produksi desain tersebut. PT Astra Graphia Tbk, yang selama ini dikenal sebagai distributor eksklusif Fuji Xerox di Indonesia, berkomitmen mendukung industri kreatif.

Mangara Pangaribuan, Direktur PT Astra Graphia Tbk mengatakan, “Astragraphia mendukung industri ekraf Indonesia secara end-to-end, mulai dari sisi People, Technology, dan Process. Dari sisi People, Astragraphia telah siap memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan dengan tim yang kompeten di bidang digital printing, melalui serangkaian kegiatan edukasi, workshop dan training. Dari sisi Technology, Astragraphia didukung dengan solusi mesin digital printing Fuji Xerox dan mesin digital offset Fujifilm yang kami pasarkan. Kami perkuat lagi dari sisi Process, Astragraphia memiliki printing showroom di mana publik dapat melihat proses cetak hingga finishing. Kami berharap ketiga hal diatas dapat dimanfaatkan oleh para pemilik usaha printing maupun end-user agar dapat meningkatkan pemahaman mengenai proses cetak yang mudah dan hasil cetak yang presisi serta meningkatkan nilai jual karyanya.”

Eko Wahyudi, Chief Graphic Communications Services mengatakan, “Astragraphia  mempunyai inisiatif untuk bisa memberikan sharing knowledge sebagai pelaku industri percetakan. Sharing knowledge ini diberikan kepada para siswa SMK Grafika, Mahasiswa Desain, dan professional desain yang tergabung dalam asosiasi desainer grafis. Sharing knowledge berupa training in classworkshop, hingga hands-on langsung ke mesin Fuji Xerox. Inisiatif ini yang terus dijalankan setiap tahunnya agar nantinya para desainer ini mampu memberikan kontribusi terbaik untuk siap bekerja dan mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia.”

 

Bagi Astragraphia, Pelanggan Itu Nomor Satu

DSCF0480 RESIZE

Di dunia yang serba digital ini, mengiklankan produk secara gencar-gencaran sudah tidak terlalu penting lagi karena mudahnya mendapatkan informasi. Prioritas perusahaan bergeser dari marketing menjadi customer experience (CX). Customer experience merupakan hal terpenting karena sangat berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Salah satu yang membentuk customer experience adalah after sales service yang sejatinya berupa layanan yang diberikan pada konsumen setelah melakukan pembelian produk.

Hal tersebut tidak luput dari perhatian Astragraphia Document Solution sebagai distributor eksklusif Fuji Xerox. Untuk itu, Astragraphia Document Solution menyediakan berbagai pilihan layanan dukungan konsumen sebagai bagian dari layanan after sales yang dapat dinikmati pelanggan.

Device Monitoring Services

Layanan ini menyediakan berbagai informasi untuk memonitor mesin Anda seperti penggunaan multifunction device atau MFD, consumable goods atau barang habis pakai, serta pembacaan meter secara real-time. Untuk memenuhi hal tersebut, Astragraphia menyediakan situs aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda: http://www.isense.co.id/

Support Request Service

Astragraphia menyediakan pengaduan masalah yang terhubung dengan pusat layanan pelanggan bagi Anda yang menemukan isu terkait dengan hardware dan software mesin Fuji Xerox Anda dengan tautan ini: http://ilog.co.id/

Self Job Submission Services

Jika Anda pelanggan layanan KligMe, tentu Anda sudah mengetahui bagaimana platform ini bekerja. Astragraphia menyediakan tautan khusus untuk mengirimkan dokumen secara online yang selanjutnya dapat Anda cetak dengan memberikan print job pada mesin KligMe yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan: http://swss.southeastasia.cloudapp.azure.com/kligme/

Software and Solution Demo Services

Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai keuntungan dan kelebihan dari solusi-solusi software Astragraphia untuk meningkatkan produktivitas di perusahaan Anda, Software and Solution Demo Services menyediakan berbagai informasi terkait hal tersebut.

3 Hours Downtime

3 Hours Downtime merupakan komitmen after sales service untuk mesin multifungsi kantor Anda. 3 Hours Downtime merupakan ungkapan rasa terima kasih Astragraphia kepada pelanggan atas kepercayaannya membeli Fuji Xerox. Program ini memberikan jaminan maksimum hanya 3 jam mesin multifungsi Anda dalam keadaan tidak beroperasi. Untuk informasi lebih jauh silakan kunjungi tautan ini:

https://www.documentsolution.com/content/customersupport/3-hours-downtime

 

Astragraphia: Inovasi Untuk Memenangkan Persaingan

IDM09611RESIZE

Persaingan tidak selalu berdampak buruk pada pelaku bisnis. Kompetisi justru memaksa perusahaan untuk berinovasi, menghasilkan jasa yang lebih baik. Itulah yang dilakukan oleh Astragraphia membuahkan inovasi layanan 3HDT (3 Hours Down Time). Apa itu 3HDT? Bagaimana mengembangkan ide ini? Bagaimana pelaksanaannya, dan seperti apa dampaknya pada kinerja bisnis?  Berikut adalah penuturan dari Soebandi Tjandrajaya, Chief of Customer Service & Support Division PT Astra Graphia Tbk mengenai proses pengembangan ide hingga implementasi 3HDT.

DSCF0480 RESIZE

Bukan Sekadar Pemasar

Ketika mendengar nama Astragraphia, mungkin yang muncul dalam pikiran kita adalah mesin fotokopi Fuji Xerox. Suatu gambaran yang tidak terlalu keliru karena salah satu bisnis utama Astragraphia adalah memasarkan mesin fotokopi Fuji Xerox. Namun sebenarnya portofolio bisnis perusahaan yang tergabung dalam Grup Astra International ini lebih luas, yang mencakup document solution, information & communication solution, dan office services.

Dalam segmen Document Solution, Astragraphia memiliki empat portofolio  bisnis, yaitu Enterprise Document Solution, Graphic Communication Services,  Printer Channel Business, dan Industry Business Solution and Services

Enterprise Document Solution (EDS), Astragraphia menyediakan perangkat multifungsi (Multi-Function Device/MFD) Fuji Xerox berikut jasa pendukungnya untuk membantu kantor-kantor mengelola dokumen. Perangkat multifungsi dapat digunakan mencetak, menggandakan (memfotokopi), mengirim fax, mendigitalkan dokumen serta fungsi lain terkait. Layanan yang ditawarkan satu paket dengan MFD diantaranya adalah pemeliharaan, penyediaan materi cetak (tinta), dan spare part.

Graphic Communications Services (GCS), Astragraphia menyediakan solusi mesin cetak berkualitas tinggi berikut jasa pendukungnya bagi bisnis percetakan. Perlu diketahui, teknologi Fuji Xerox memungkinan untuk  mencetak di beragam media, mulai dari kertas, kain, keramik, logam, kayu, dan sebagainya. Jasa pendukung yang disediakan Astragraphia mencakup print management, penyediaan tinta, spare part, dan berbagai jasa terkait.

Printer Channel Business (PCB), Astragraphia memasarkan produk printer, baik yang berfungsi tunggal maupun yang multifungsi dan menyediakan bahan pakai (tinta). Perbedaannya dengan EDS dan GCS, PCB tidak menyediakan jasa pendukungnya dalam satu paket.

Industry Business Solution and Services, merupakan portofolio bisnis Astragraphia yang memberikan solusi menyeluruh pengolahan dokumen end-to-end bagi suatu perusahaan dengan mengintegrasikan semua portofolio Astragraphia. Dalam memenuhi kebutuhan ruang lingkup solusi yang diminta oleh pelanggan, FXGS  menerjemahkan kebutuhan solusi tersebut dalam Statement of Work (SOW) dan Service Level Agreement (SLA) yang telah disepakati bersama pelanggan. Implementasi proyek tersebut dilaksanakan berdasarkan pedoman standar Global Services Delivery Model. Teknologi FXGS didukung sepenuhnya oleh Fuji Xerox selaku prinsipal dan memiliki titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di luar segmen Document Solution, Astragraphia memiliki usaha Information and Communication Solution. Segmen bisnis ini mencakup bisnis computing storage, client computing center dan pengembangan jaringan. Bisnis ini dikelola oleh anak perusahaan PT Astragraphia Information Technology (AGIT).

Selain itu, Astragraphia juga menyediakan kelompok jasa pendukung berupa penyediaan dan distribusi peralatan kantor. Segmen bisnis ini dikelola oleh anak perusahaan PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI).

Pada tahun 2015, Astragraphia merancang inovasi layanan yang disebut sebagai 3HDT (3 Hours Down Time). 3HDT merupakan layanan untuk mendukung portofolio bisnis EDS (Enterprise Document Solution). Melalui layanan ini, Astragraphia menjanjikan kepada pelanggan untuk memperbaiki perangkat multifungsi yang bermasalah dalam tempo tiga jam sejak mendapat laporan dari pelanggan.

Mengapa inovasi dipilih pada area ini? Dalam bisnis solusi dokumen, berfungsinya mesin multifungsi merupakan area kritis. Ketika perangkat rusak maka aktivitas pelanggan yang terkait dokumen menjadi terganggu. Mereka membutuhkan kepastian perbaikan yang cepat. Layanan 3HDT menjawab persoalan tersebut.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Astragraphia, diperoleh informasi bahwa ekspektasi pelanggan terhadap waktu perbaikan adalah 5 (lima) jam. Sementara itu, pesaing umumnya menjanjikan response times dalam 3 jam. Artinya teknisi yang memperbaiki kerusakan mesin akan datang ke tempat pelanggan 3 jam sejak dihubungi, belum termasuk waktu untuk memperbaiki mesin.

Melalui program 3HDT, Astragraphia berkomitmen memberikan jaminan dalam waktu tiga jam sejak mendapat laporan dari pelangan. Mengapa tiga jam? Berdasarkan kajian, setelah menerima laporan kerusakan dari pelanggan, call center memerlukan waktu 5 sampai 10 menit untuk menghubungi teknisi.  Teknisi yang menerima pesanan melakukan diagnosis awal dan memesan spare part dalam waktu 20 menit.  Selanjutnya teknisi menuju ke pelanggan memerlukan waktu sekitar 1 jam. Untuk melakukan perbaikan yang sederhana, hanya memakan waktu 30 menit. Namun, apabila perbaikannya kompleks  dan memerlukan spare parts  tambahan yang dikirim dari service point, memakan waktu 1 jam. Jadi total waktu yang dibutuhkan 3 jam.

Mekanisme layanan 3HDT adalah sebagai berikut.

  1. Pelanggan melaporkan gangguan kepada Call Center.
  2. Call Center mencatat dalam sistem yang akan menampilkan dalam suatu dashboard, sekaligus mendistribusikan service order ke semua engineer.
  3. Command Center memonitor dashboard untuk memastikan semua service orderterdistribusikan ke teknisi.
  4. Call Center menginformasikan kepada pelanggan perkiraan waktu kedatangan dan penyelesaian perbaikan mesin.
  5. Teknisi yang menerima service order melakukan diagnosis awal masalah, dan memesan spare part yang dibutuhkan.
  6. Teknisi menuju ke tempat pelanggan. Apabila teknisi berangkat dari service point akan membawa spare part yang dibutuhkan. Apabila teknisi tidak berada di service point, spare part dikirim dari service point ke tempat pelanggan menggunakan layanan Speedy Delivery.
  7. Teknisi melakukan diagnosis lanjutan di tempat pelanggan dan memesan spare part  tambahan ke service point apabila diperlukan.
  8. Teknisi melakukan perbaikan dan melaporkan semua aktivitas yang dilakukan ke Command Center melalui aplikasi.
  9. Command Center melakukan phone call survei ke pelanggan. Hasil survei dijadikan sebagai umpan balik untuk peningkatan kualitas layanan.

Kuncinya Ada di Eksekusi

Rancangan inovasi ini tempaknya sederhana, tetapi dalam eksekusinya tidak mudah. Pertama, Astragraphia harus memiliki sumber daya manusia yang memadai dari aspek jumlah maupun kompetensinya.  Untuk menjalankan program ini, Astragraphia memiliki sekitar 280 teknisi, yang siap melakukan perbaikan dari 50 000 mesin pelanggan di seluruh Indonesia.

Untuk meningkatkan kompetensi, Astragraphia memiliki komitmen untuk berinvestasi dalam pelatihan.  Pada pelatihan service mesin baru, ada teknisi yang dikirim ke Fuji Xerox.  Setelah terampil, kemudian mereka menjadi trainer bagi teknisi lain di Indonesia. Investasi yang besar sebagian berasal dari pembelian mesin untuk dibongkar dalam pelatihan.

Dalam menjalankan layanan 3HDT, Astragraphia harus mengadopsi teknologi informasi. Bagaimana tidak, dalam satu hari terdapat 700 hingga 800 panggilan service di seluruh Indonesia. Dengan teknologi informasi, semua aktivitas mulai dari pelayanan laporan kerusakan sampai penyelesaian perbaikan dan survei ke pelanggan direkam dalam suatu sistem dan ditampilkan dalam dashboard.  Pimpinan sampai ke level supervisor dapat mengakses ke dashboard  untuk memonitor dan mengendalikan proses.

Untuk memudahkan komunikasi, setiap teknisi dibekali dengan smartphone yang di dalamnya terdapat aplikasi iSupport.  iSupport merupakan aplikasi mobile yang digunakan untuk berkomunikasi tim technical support secara real timeService order dan laporan dikomunikasikan menggunakan aplikasi ini.

Aspek lain yang penting untuk diperhatikan dalam inovasi jasa adalah manajemen perubahan. Program 3HDT memerlukan cara kerja baru yang menuntut perilaku baru para teknisi. Salah satunya adalah pemanfaatan mobile device.  Pada awalnya para teknisi enggan memanfaatkannya karena merasa keberadaannya selalu dimonitor. Namun, melalui proses sosialisasi dan penyadaran, secara bertahap mereka mulai terbiasa memanfaatkan teknologi yang disediakan.

Sebagai dampak dari penerapan program ini, tingkat kepuasan pelanggan meningkat. Manfaat inovasi ini juga tampak dari pertumbuhan pendapatan yang meningkat 5% pada tahun 2016, di mana pemain lain dalam industri ini sedang kesulitan.

Mangara Pangaribuan, Direktur PT Astra Graphia Tbk: Setia Menjaga Jaringan

MangaraP

Karier Mangara Pangaribuan boleh dikatakan dihabiskan di Grup Astra. Sejak lulus dari Fakultas Ekonomi di salah satu universitas di Kota Yogyakarta pada tahun 1988, ia kemudian bekerja di salah satu grup otomotif, Astra International MVD, dari 1988-1990. Pada 1990, ia pindah ke Astragraphia sebagai sales executive ditempatkan di Makassar.

“Saya memilih Astragraphia karena saat itu sangat menyenangi teknologi,” ujar pria murah senyum yang sekarang menduduki posisi direktur di PT Astra Graphia Tbk sejak April 2018.

Terjun pada bisnis solusi dokumen di Astragraphia Document Solution sepertinya tidak salah. Hal ini terbukti dengan kariernya yang melesat hingga menduduki posisi puncak seperti saat ini. “Kuncinya pertama, jujur, rajin, dan ulet,” lanjurnya.

Sebagai pimpinan, baik saat menjadi manajer maupun direktur, ia menggunakan filosofi TOP, yaitu teamwork, obsession and professional dalam menciptakan tim kerja yang andal, kreatif, inovatif serta solid.

Baginya, tidak ada superman dalam tim. Filosofi TOP menuntut tim memberikan nilai tambah bagi perusahaan. “Contohnya, kalau sebelumnya targetnya sekian, kita harus menambahnya, beyond the target. Ini memberikan value. Mereka (perusahaan) terbantu dengan adanya kita,” ungkap ayah dari Pressy Amanda dan Michael Armando, suami dari Marieta ini.

Mengacu pada filosofi TOP, Mangara menargetkan Astragraphia Document Solution bisa tumbuh dua digit atau di atas 10 persen tahun ini, lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 8,5 persen, dengan pendapatan lebih dari 1,7 triliun rupiah.

Untuk menggenjot pertumbuhannya, Astragraphia memasarkan mesin cetak multifungsi berwarna Fuji Xerox ApeosPort/DocuCentre-VlI Series dan PrimeLink C9065. Mesin yang kedua menyasar pengusaha UMKM, yang jumlahnya lebih dari 50 juta pengusaha di seluruh Indonesia.

Tantangannya mencapai target, kata Mangara, ada pada kompetisi yang sangat ketat, namun Astragraphia Document Solution terus berpacu dengan solusi-solusi yang kreatif dari Fuji Xerox dan juga meningkatkan pelayanan purnajual di 32 cabang dan 92 titik layan, yang berkomitmen melayani pelanggan di 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Yang unik, di tengah gencarnya adopsi teknologi digital oleh perusahaan dan masyarakat, ternyata tidak membuat bisnis cetak turut surut seperti bisnis yang lain. Bahkan industri cetak tumbuh 12 persen pada 2018, demikian juga konsumsi kertas mengalami pertumbuhan, khususnya di industri packaging/ kemasan.

Industri percetakan tetap tumbuh karena didorong juga oleh permintaan pada industri pengemasan (packaging) oleh sektor industri kreatif. Fleksibilitas yang dimiliki membuat industri cetak digital tumbuh tinggi dibandingkan offset. “Di industri publishing, cetak digital juga dapat melayani cetak buku berapa pun jumlahnya tidak perlu memakai mesin cetak offset. Konsep ini kami sebut print on demand atau POD,” ujar Mangara.

Strategi Purnajual

Di tengah tantangan dan peluang saat ini, Astragraphia memiliki keunggulan pada jaringan purnajual yang luas, dengan 32 cabang, 92 titik servis yang bisa menjangkau 514 I kabupaten/kota. “Modal jaringan ini belum tersaingi oleh kompetitor apalagi kami telah berbisnis selama 43 tahun pada produk mesin cetak,” ujar pehobi olahraga golf dan lari ini.

Untuk selalu bisa menjawab harapan pelanggan yang terus meningkat, maka Astragraphia melalui bagian customer service and support akan selalu meningkatkan sistem penanganan kerusakan pada mesin Fuji Xerox, sehingga ketika muncul masalah di mesin/breakdown maka harus cepat teratasi.

“Bagi pelanggan Astragraphia yang menggunakan mesin multifungsi perkantoran, kami memberikan jaminan three hours downtime, kami berkomitmen jika terjadi kerusakan pada mesin, customer engineer (teknisi) kami siap melakukan perbaikan dalam waktu kurang dari tiga jam (downtime)” jelas Mangara.

Menurutnya, hal itu bisa terpenuhi karena Astragraphia didukung 300 teknisi dari total 1.200 karyawan.

Dengan jaringan yang luas dan layanan yang responsif, Astragraphia kini kokoh sebagai pemimpin pasar (market leader) di industri ini. Kontribusi penjualan berasal dari segmen terbesar di perkantoran dan korporasi, kedua adalah sektor komersial yaitu yang memiliki bisnis printing dan sisanya adalah small office and home office (SOHO).

Astragraphia Gelar Sharing Knowledge & Open House Mengenai Solusi Produksi Dokumen Warna dengan Teknologi Digital – Press & Post Press

20190411_123451 resized

Jakarta, 10 – 12 April 2019 – Dalam rangka melakukan market update sekaligus memperkenalkan rangkaian produk Mesin Production Fuji Xerox terbaru, Astragraphia menggelar acara “Graphic Communication Services: Sharing Knowledge & End User Open House for Spesific Account Industry”.  Acara berlangsung di Document Solution Technology Center (DSTC), Astragraphia Head Office.

Dalam 2 hari tersebut panitia memberikan konsep acara berupa workshop dan live demorama. Pelanggan pun diperkenalkan dengan produk dan teknologi terbaru serta solusi end-to-end dengan konsep Pre-Press, Press dan Post-Press. Solusi Pre-press (sebelum cetak), pelanggan diperkenalkan dengan software FreeFlow Core yang akan membantu serta memberikan efisiensi pekerjaan menjadi jauh lebih cepat. Sedangkan Solusi Press (cetak), pelanggan dapat mencoba langsung mesin produksi unggulan dari Fuji Xerox antara lain: PrimeLink C9065Versant 3100Iridesse Production Press, hingga mesin Plotter DocuWide 3037.

Guna melengkapi solusi end-to-end, mesin-mesin Post press (finishing) untuk cutting, perforating, book binding juga langsung di-demokan, misalnya mesin Uchida Aerocut One, EBA 7260, Tachoplus 5500, GMP 655.

ApeosPort/ DocuCentre VII Series: Fitur Standar dengan Hasil Wah!

57_ap_7_c5573_innerlight

Fuji Xerox telah meluncurkan mesin printer fotocopy multifungsi terbaru pada awal April lalu dengan fitur-fitur teknologi digital yang lebih unggul dari pendahulunya. MFD ApeosPort/DocuCentre-VII- C Series berada di kelas menengah untuk kebutuhan cetak pada perkantoran dengan otomatisasi. Terdapat dua jenis key feature pada MFD ApeosPort/DocuCentre-VII- C Series ini, yaitu fitur standar yang sudah menjadi bawaan dari printer, dan fitur opsional untuk proses kerja yang lebih fleksibel.

Free (Standard):

–          Smart and New Control Panel

UI design terbaru yang sangat fleksibel dan responsif.

–          NFC (support Android & iOS)

Memungkinkan untuk Print & Scan dari SmartPhone secara praktis (Tap & Print/Scan) melalui Aplikasi Fuji Xerox Print Utility

Melakukan Copy, Scan dan Fax dari SmartPhone (Aplikasi Portable UI) tanpa harus melakukan settingan di UI Mesin.

–          Smart Help

Smart Guidance penggunaan MFD dan guidance tsb dapat dipindahkan ke SmartPhone melalui QR Code.

–          Soft and Silent Paper Tray Retraction (Tray 1-4)

Menutup tray secara otomatis tanpa harus mengeluarkan suara

–          Duplex Automatic Document Feeder that closes slowly (standard di AP/DC-VII C6673/C7773)

Menutup DADF dengan pelan tanpa mengeluarkan suara

–          Multi-feed Detection (standard di AP/DC-VII C6673/C7773)

Sensor yang mendeteksi kertas yang tertempel bersamaan pada saat copy/scan untuk mencegah adanya informasi yang hilang karena beberapa halaman dipindai secara bersamaan.

–          Gentle Attention Light

Notifikasi berupa cahaya ketika ada dokumen yang selesai dicetak.

–          Security Features (Stored Data, Access Control, Network)

Fitur keamanan pada MFD yang menjaga mesin dari Hacking, Tampering, dan Spoofing.

Disamping fitur-fitur standard yang sudah disebutkan di atas, terdapat value tambahan berupa:

–          Remote Shutdown

Memungkinkan untuk mematikan MFD melalui remote dari Notebook.

–          Expanded paper versatility (52gsm up to 300 gsm)

–          Universal Emphasis Print

Fungsi pada printer driver untung mengubah tulisan yang berwarna merah menjadi black&white dengan dishading / digarisbawahi.

Fitur ini berguna bagi pelanggan yang tidak mau mencetak warna tapi tetap ingin menghighlight informasi penting yang ditandai dengan warna merah.

–          Long Paper Printing atau Banner Printing (Up to 1,200mm x 320mm, recommended Max 1,200mm x 297mm)

Aplikasi di Long Paper Printing atau Banner Printing:

a) Grafik keuangan (Industri finance)

b) Grafik data pengukuran sensor dan gambar diagram mesin (Industri manufaktur)

c)  Grafik data pengukuran sumur (Oil and Gas)

d)  POS atau point of sales (Industri Retail)

e) Poster, Pengumuman, dll

Free (Preinstall Software):

–          EASY UI (Easy Scan, Easy Fax, Custom Menu)

Easy Scan: Memungkinkan untuk melakukan scan secara langsung dengan tujuan ke SMB dan Email secara langsung.

–          Job Log History Export

Laporan pemakaian mesin berupa softcopy (format .CSV) melalui CWIS.

–          UI Announcement

Pelanggan dapat memasukkan Image dan Tulisan sebagai ScreenSaver di UI MFD.

Optional:

–          Scan Delivery

Distribusi hasil scan menggunakan QRCode / Barcode.

–          Serverless on Demand Print (SODP)

Solusi Print Anywhere hingga 50 Device dengan fungsi terbaru memungkinkan melakukan preview di MFD.

–          Paperless Fax Delivery

Solusi Paperless Fax yang memungkinkan Fax Masuk disimpan secara otomatis ke folder-folder tertentu (Generate Folder otomatis berdasarkan Nomor Fax masuk).

–          Envelope Tray

Tray khusus untuk amplop dan postcard

–          Wireless LAN Kit / Wireless Network Kit

Solusi Wifi secara langsung dari MFD tanpa membutuhkan kabel LAN sehingga lebih praktis.

Untuk mengetahui lebih detil mengenai setiap fitur dari MDF ApeosPort/DocuCentre-VII- C Series, Anda bisa langsung menghubungi Halo Astragraphia di nomor 1500-345 setiap Senin – Jumat, selama jam kerja (06.00 – 18.00 WIB).