About Astragraphia Document Solution

Astragraphia mengawali perjalanan bisnis pada tahun 1971 sebagai Divisi Xerox di PT Astra Internasional yang kemudian dipisahkan menjadi badan hukum sendiri pada tahun 1975. Pada tanggal 22 April 1976 Astragraphia ditunjuk secara langsung sebagai distributor ekslusif dari Fuji Xerox Co. Ltd. Jepang untuk seluruh Indonesia dengan ruang lingkup usaha sebagai penyedia perangkat perkantoran. Tahun 1989 Astragraphia mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) dengan simbol saham ASGR. Per tanggal 31 Desember 2009, 76,87% saham Astragraphia dimiliki oleh PT Astra International Tbk, dan sisanya dimiliki oleh publik. Sejalan dengan tuntutan kebutuhan pelanggan yang dinamis dan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, sejak tahun 1990-an Astragraphia mulai merintis transformasi bisnis menjadi penyedia solusi teknologi informasi. Sejak tahun 2008 manajemen telah memantapkan ruang lingkup usaha Astragraphia sebagai penyedia bisnis berbasis teknologi informasi & komunikasi atau yang dikenal dengan sebutan ICT (Information & Communication Technology). Kantor pusat Astragraphia terletak di Jalan Kramat Raya 43, Jakarta 10450, dan memiliki 92 titik layan di 32 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Meningkatkan Pengalaman Pelanggan, Astragraphia Gelar Smart Office Solution

WhatsApp Image 2018-09-28 at 9.57.55 AM

Jakarta, 24 September 2018 – Dalam rangka meningkatkan pengalaman pelanggan terhadap produk mesin cetak atau mesin printer, Astragraphia gelar kegiatan Office Corner dengan tema “Smart Office Solution”. Acara ini hadir sebagai salah satu kegiatan Astragraphia yang memperkenalkan, memamerkan dan juga mempromosikan produk dan solusi dokumen perkantoran. Astragraphia memamerkan produk-produk atau perangkat warna multifungsi digital dengan kategori Office baik kecil, menengah dan juga besar. Kegiatan “Smart Office Soution” ini diadakan selama lima hari yakni mulai dari hari Senin 24 September 2018 sampai dengan Jumat 28 September 2018. Event ini dilaksanakan di St. Ali Setiabudi One Building 2 untuk menjangkau para office worker yang dianggap tepat dan sesuai sebagai target konsumen pada kegiatan ini.

Pada event ini, Astragraphia menyiapkan display beberapa produk dari Office Multifunction Printer Fuji Xerox. Beberapa produk tersebut diantaranya adalah, yang pertama tipe mesin ApeosPort-VI C3371, kemudian tipe DocuCentre SC2022, dan yang terakhir adalah tipe mesin DocuPrint CM315z sebagai produk dengan berbagai solusi dokumennya.  Jadi pada event ini customer atau tamu dapat mencoba langsung bagaimana penggunaan produk mesin printer/mesin cetak yang memiliki banyak manfaat ini, salah satunya adalah solusi dokumen dari Fuji Xerox yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda. Dengan demikian pengalaman pelanggan akan bertambah mengenai produk mesin printer dan solusi dokumennya.

Salah satu produk yang di display pada kegiatan ini yakni Mesin Multifungsi (Fotokopi, print,scan) ApeosPortVI Series memperkenalkan Smart Work Gateway sebagai suatu konsep solusi terbaru untuk mempermudah pelaku bisnis dalam memaksimalkan pekerjaanya. Dengan Smart Work Gateway, pelaku bisnis dapat bekerja secara mobile dan fleksibel, menghilangkan hambatan bekerja, dan memberi peluang untuk bekerja secara produktif. Kecepatan Cetak & Fotokopi: 25 – 70 lembar per menit. Solusi yang bisa di dapat dari penggunaan mesin ini diantaranya, mobile print, Print Anywhere, One Touch Scan, Long Banner Printing (297×1200 mm), dan lainnya.

Selanjutnya, produk kedua adalah Fuji Xerox DocuCentre SC2022 yang mengenalkan mesin dengan pengoperasian yang Mudah, Konektivitas dengan Mobile, Kemampuan Fitur yang Ditingkatkan, Performa Cetak Berkualitas Tinggi. Dengan beberapa solusi diantaranya adalah Wi-Fi Direct, Secure Print, Secure Fax, Air Print & Google Cloud Print Ready.

Dan yang terakhir, Fuji Xerox DocuPrint CM315z merupakan mesin yang memiliki Fungsi: Print, Copy, Scan dan Fax dengan Teknologi CCSLED baru dengan with IReCT yang menghasilkan kualitas resolusi 1200 x 2400 dpi, Konektivitas mobile: Air Print, Mopria™ Alliance, Wi-Fi Direct, NFC Enabled, Layar sentuh 4.3 inchi dengan ikon-ikon yang bisa disesuaikan, Lebih hemat energy dengan Super EA-ECO toner, Auditron dan Fitur Automatic Duplex.

Selama kegiatan “ Smart Office Corner ‘ berlangsung, tamu undangan ataupun para pengunjung booth tidak hanya mendapatkan experience mengenai pengetahuan seputar mesin printer dan solusi cetak serta fotokopi, tetapi mereka juga akan mendapatkan souvenir yang menarik dari Astragraphia Document Solution sebagai salah satu bentuk dari service Astragraphia terhadap konsumennya.

Dengan adanya event “Smart Office Solution“ ini, Astragraphia berharap dapat lebih dekat dengan pelanggan dan mendengar langsung kebutuhan pelanggan. Para pelanggan yang hadir juga dapat berkonsultasi kepada business consultant dan system analyst dari Astragraphia yang ada di Booth Office Corner “Smart Office Solution” untuk bersama – sama mencari solusi dokumen perkantoran yang menjawab kebutuhan pelanggan. Untuk Informasi lebih lanjut silahkan click “Contact Us”

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website kami pada link berikut https://www.documentsolution.com/content/insights/enhancing-customer-experience-astragraphia-presents-smart-office-solution

Advertisements

Dukung Kelestarian Sastra Indonesia, Astragraphia Document Solution Terlibat Pencetakan Buku Zine Frasa Vol.2 Karya Komunitas Sastra Lintas Rupa

LRG_DSC06054

Jakarta, 10 September 2018 – Astragraphia dan Sastra Lintas Rupa telah menerbitkan buku keduanya dengan judul “Frasa Vol.2 “.Tujuan awal dari penerbitan buku “Frasa” ini adalah karena adanya rasa prihatin dari komunitas Sastra Lintas Rupa terhadap sastra Indonesia yang saat ini sudah mulai dilupakan dan kurang dilestarikan terutama oleh masyarakat terutama kaum millenial. Hanya sedikit diantara mereka yang masih ingin melestarikan dan menyukai sastra Indonesia, padahal sastra dapat menjadi acuan sejarah perkembangan suatu tempat di zamannya.

Garyanes Yulius sebagai pendiri dari komunitas Sastra Lintas Rupa, merupakan salah satu pelopor ide penerbitan buku Frasa Vol.2. Pria yang akrab dipanggil Gary ini merasa prihatin dengan keadaan salah satu wadah sastra yakni Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin (PDS H.B Jassin) yang didirikan sejak 28 Juni 1986 di daerah Jakarta Pusat. Gary merasa prihatin dengan kondisi fisik gedung PDS H.B Jassin yang sudah mulai kurang diperhatikan. Sepinya pengunjung juga menjadi faktor. Para pelajar dan millennial lebih memilih ke pusat perbelanjaan dibandingkan mempelajari sejarah sastra Indonesia. Padahal koleksi buku-buku sastra di PDS H.B Jassin cukup lengkap mulai dari masa penjajahan Belanda, karya Chairil Anwar, dan beberapa karya sastrawan Indonesia.

Sosok Gary yang prihatin dan peduli akan arsip sastra yang ada di pusat dokumentasi sastra ini membuatnya memikirkan suatu design kreatif yang menyatukan antara design dan sastra. Zine Frasa Vol.2 ini akhirnya berhasil diwujudkan dalam bentuk suatu karya ekspresif berupa buku design menarik yang dapat diterima anak-anak muda millennials yang anti-mainstream.

LRG_DSC06038.JPG

Frasa Vol.2 ini merupakan eksperimen sastra yang mengikuti perkembangan zaman agar pandangan orang terhadap sastra bukan lagi hanya sebagai tulisan kuno yang tidak bermakna dan monoton atau ketinggalan zaman. Seperti yang disampaikan oleh Garyanes Yulius, “Frasa adalah eksperimen sastra yang mengangkat tema–tema populer yaitu kita berangkat dari makanan. Tetapi bedanya sekarang kita berangkat dari obyek, kita berangkat dari tokoh. Tokoh sastra ternama yaitu Sapardi Djoko Damono. Dimana kita melakukan riset dan wawancara, makanan apa yang mempengaruhi kehidupan beliau sehingga beliau bisa menjadi orang seperti itu”.

Berkenalan dengan tokoh di Frasa Vol.2, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono lahir di Surakarta, 20 maret 1940. Sampai saat ini beliau masih berkarya dan bisa dikatakan beliau adalah satu-satunya sastrawan Indonesia hingga saat ini. Proses pembuatan Frasa Vol.2 memakan waktu 3 bulan sampai siap di-distribusikan kepada khalayak public. “Proses pengerjaannya terhitung dari kita mulai pekerjaannya dari bulan Juni 2018, lalu di bulan Juni kita melakukan wawancara dengan bapak Sapardi, melakukan riset dan sebagainya. Lalu di bulan Juni akhir kita open submission di media sosial sehingga terkumpulah ke enam belas peserta pada eksperimen ini“ Ucap Garyanes.

Setelah melalui proses wawancara, para designer ini mulai memikirkan kerangka dan benang merah yang ingin dituangkan. Setelah design selesai dibuat saatnya masuk ke proses cetak. Disini Astragraphia hadir dengan mesin barunya yakni Iridesse Production Press sebagai solusi pencetakan kreatif dalam proses pencetakan buku–buku Frasa Vol.2 tersebut. Menurut keterangan Gary, “Untuk print Frasa vol.2 kita menggunakan mesin Fuji Xerox yang Iridesse Production Press. Kalau untuk di project ini karena kita berangkat dari karyanya Sapardi Djoko Damono yang sebenernya agak sederhana kita paling memakai tinta finish berwarna putih. Sebenernya, saya ga nyangkanya pertama, Iridesse itu bisa naik di kertas yang sudah di coatingdengan laminating, karenakan di covernya itu sendiri bisa dilihat dia mate saya narik desainnya dengan kertas metalic ya, tapi bisa mengejar hasil yang menurut saya sangat oke gitu di cover. Kalau untuk di finishing dengan kertas uncoated sudah tidak usah diragukan lagi, karena memang spesialisasi mesin Iridesee menurut saya di kertas–kertas seperti itu.”

Iridesse™ Production Press merupakan sebuah printer high-end untuk kalangan professional. Mesin produksi Iridesse™ ini di klaim sangat cocok bagi pelaku bisnis kreatif karena merupakan satu-satunya mesin printer yang memiliki kemampuan mencetak enam warna, termasuk warna-warna spesial seperti metalik dengan metode single pass, menggunakan tambahan hingga dua dry ink spesial warna GoldSilverClear, dan White dengan kualitas hasil cetak yang menawan. Dengan tambahan special color, para designer dapat mengekpresikan karya seninya menjadi lebih kreatif dan tidak hanya bermain di warna standard (CMYK) saja.

Hasil penjualan Frasa Vol.2 akan disumbangkan sebagai sarana pengembangan minat pada kaum millennial akan budaya sastra Indonesia dan semakin memperkaya karya-karya kreatif bagi perkembangan design dan sastra di Indonesia. Cintailah negrimu dengan mencintai karya sastra dan karya seni Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan baca artikel pada website berikut ini : https://www.documentsolution.com/content/insights/supporting-the-preservation-of-indonesian-literature-astragraphia-document-solution-took-part-in-the-printing-process-of-the-frasa-vol-2-zine-by-sastra-lintas-rupa-community

 

Astragraphia Bekerjasama dengan SOS Children’s Villages Indonesia dan Bappenas Wujudkan Program Workbook 2 Menjangkau Daerah Perbatasan Indonesia

Program sosial Workbook 2 diselenggarakan Astragraphia bekerjasama dengan SOS Children’s Villages Indonesia dan Bappenas untuk wujudkan pendidikan anak-anak Indonesia yang lebih maju hingga menjangkau daerah perbatasan.IMG_6602

Jakarta, 20 September, 2018 – PT Astra Graphia Tbk bekerjasama dengan SOS Children’s Villages Indonesia dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kembali menggelar program sosial ‘Workbook’ yang ke-2. Program ‘Workbook’ 2 ini menjadi program sosial PT Astra Graphia Tbk yang bertujuan membantu meningkatkan kemampuan anak-anak perbatasan sebelum masuk ke Sekolah Dasar. Pada program ‘Workbook’ 2 ini, PT Astra Graphia Tbk bersama Bappenas akan mendistribusikan buku yang wilayah distribusinya menjangkau hingga ke wilayah perbatasan Sabah-Sawarak, Malaysia.

IMG_6542

Mangara Pangaribuan, Direktur PT Astra Graphia Tbk, mengatakan, “Program Workbook 2 kali ini membuktikan keseriusan PT Astra Graphia Tbk dalam memajukan pendidikan Indonesia di wilayah perbatasan. Dengan jaringan kerjasama yang juga kami bentuk bersama SOS Children’s Villages Indonesia dan Bappenas, pada program ini kami akan mendistribusikan 1250 buku untuk anak-anak di wilayah perbatasan Sabah-Sarawak. Kami percaya bahwa buku-buku berkualitas yang dicetak dengan Fuji Xerox ini akan bermanfaat bagi pengembangan anak-anak Indonesia. anak usia pra-sekolah.hildren’angan Sosial dan Masyarakat Bidang Pendidikan. tas. ”

Program ‘Workbook’ 2 ini merupakan salah satu dari 4 Pilar CSR Astra, yaitu Pengembangan Sosial dan Masyarakat Bidang Pendidikan. Seluruh materi yang terdapat dalam buku-buku yang didistribusikan pada program ‘Workbook’ 2 dikembangkan bersama SOS Children’s Villages Indonesia sebagai mitra bertaraf internasional yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan belajar anak-anak usia dini untuk mempersiapkan mereka memasuki Sekolah Dasar.

IMG_6568

Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia mengatakan, “Kami SOS Children’s Villages Indonesia sudah menjadi  partner dari program sosial ‘Workbook’ ini selama 2 tahun. Program ini akan terus berjalan selama 3 tahun yang mencakup area dimana SOS Children’s Villages Indonesia bekerja. Di tahun kedua ini, SOS Children’s Villages Indonesia mengalokasikan 1250 buku ‘Workbook’ yang akan dialokasikan bagi anak-anak di perbatasan Sabah – Serawak. Buku akan didistribusikan oleh pihak Konsulat KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) yang di fasilitasi oleh Bappenas.

DR Hadiat MA, Direktur Pendidikan dan Agama Bappenas menambahkan, “Kebutuhan sekolah-sekolah di perbatasan Sabah-Sarawak terhadap buku-buku belajar sangat diperlukan saat ini. Anak-anak yang akan masuk Sekolah Dasar memerlukan buku dengan kualitas dan materi yang bagus untuk mendukung kegiatan belajar mereka. Diharapkan program Workbook bersama Astra Graphia dan  dapat mencapai target distribusi dan menyelesaikan tantangan dalam mewujudkan pendidikan wilayah perbatasan agar lebih maju.”

Hingga September 2018, Astragraphia telah mencetak 7000 buku berisi konten pendidikan untuk kebutuhan belajar siswa. Pada tahun ke-2 ini, buku tersebut akan di distribusikan ke daerah Jakarta, Bandung  serta Flores. Selain daerah perbatasan Sabah – Serawak. Bappenas mendukung percepatan Pembangunan Pendidikan Kawasan Perbatasan sebagai perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan bagi anak- anak Indonesia dimanapun mereka berada.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website kami pada Link Berikut ini, https://www.documentsolution.com/content/news/astragraphia-in-collaboration-with-sos-childrens-villages-indonesia-and-bappenas-present-the-workbook-2-program-in-indonesian-border-areas

 

Kupas Asik Desain dan Teknologi Printing Bersama Astragraphia Document Solution

LRG_DSC03229

Jakarta, 14 Juli 2018– Berbicara mengenai perkembangan teknologi dan desain, apakah menurut anda dua hal ini memiliki keterkaitan? Yaaaa, tentu saja. Teknologi yang terus berkembang secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan inspirasi desain. Tidak mungkin inspirasi mengenai desain selalu bergerak dengan ide yang sama, dan warna yang datar seperti hiam putih atau mungkin juga warna-warna dasar saja. Berangkat dari perkembangan teknologi saat ini, Astragraphia bersama dengan Desain Grafis Indonesia (DGI), memberikan update mengenai trend design dan digital printing. Kedua topik tersebut dibungkus dengan sebuah workshop yakni “Klinik Ngulik Zine“. Acara ini berlangsung di Head Office PT Astra Graphia Tbk, Kramat Raya jakarta.

Klinik Ngulik Zine melibatkan mahasiswa DKV dari beberapa Universitas yang tergabung dalam redaksi-redaksi Zine di kampus mereka masing-masing, diantaranya Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Tarumanegara, dan juga Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Zine itu sendiri apa sih? Zine dapat dikatakan seperti majalah yang non komersil yang diterbitkan secara independen oleh designer grafis, dimana mahasiswa yang tergabung didalamnya dapat mengeksplor dan menuangkan hobi, minat, serta ide mereka dalam bentuk karya baik itu berupa teks, gambar, dan lainnya.

Pelopor utama diadakannya event ini, Caroline F. Sunarko berharap agar mahasiswa – mahasiswa desain tidak hanya mendapatkan ilmu secara teoritikal tetapi juga secara praktikal. Agar mereka dapat memiliki pengetahuan serta pengalaman yang lebih baik lagi mengenai desain dan output nya agar bisa berkembang dan dikenal lebih luas (go-public).

Di kegiatan Klinik Ngulik Zine ini, terdapat sharing diantara peserta dengan beberapa narasumber yakni senior-senior yang sudah lebih dulu mengenal Zine, dari: DGI (Desain Grafis Indonesia), Astragraphia, dan pengalaman-pengalaman dari mahasiswa itu sendiri serta project apa saja yang telah mereka kerjakan selama tergabung dalam Zine. “Kita ngasih insight bagaimana pengalaman kita dulu dalam membuat Zine, membuat proyek independen. Dan bagaimana caranya supaya itu semua bisa estetis dengan konten yang baik maupun output yang maksimal“, ucap Rouzel Waworuntu sebagai narasumber dari Sastra Lintas Rupa.

Pada workshop ini, Teguh Sarjono selaku Color Expert dari Astragraphia membantu mengenalkan dan memberikan informasi seputar desain dan output dari desain yang baik kepada para peserta (mahasiswa DKV) guna mengembangkan lagi Zine mereka masing–masing. Setelah mendapatkan pengetahuan dalam pembuatan Zine, Astragraphia memberikan informasi mengenai trend digital printing terbaru yaitu dengan menggunakan mesin production dari Fuji Xerox, Iridesse Production Press. Disini Iridesse Production Press hadir sebagai teknologi pertama dan terbaru di dunia yang mempunyai toner atau warna baru. Ada special colour yang ditawarkan dalam penggunaan Iridesse Production Press selain warna standard Black, Cyan, Magenta, dan Yellow (CMYK), Iridesse Production Press kini memiliki warna baru Gold, Silver, Putih, dan Clear (Spot UV). Sehingga ini dapat membantu memperluas serta mengembangkan kreatifitas peserta sebesar-besarnya, karena tidak terbatas lagi pada warna dasar CYMK.

Kita tahu, para designer dituntut memperluas imajinasi mereka, namun terkadang terbentur dengan hasil kualitas print yang tidak sesuai (kualitas hasil cetak turun). Hal ini ternyata disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai konsep digital printing, tips sebelum melakukan print, proses printing atau pencetakanya. Kurang nya pengetahuan mereka terhadap printer yang mereka gunakan menyebabkan hasil desain menjadi flat atau tidak memiliki value. Astragraphia juga menjelaskan tentang bagaimana cara mendesain yang baik dan benar agar pada saat di cetak, hasil desain dapat sesuai dengan ekspektasi mereka. Salah satu nya dengan memberi tahu mengenai solusi yakni color matching, bagaimana kita menyamakan warna satu mesin dengan mesin yang lain, atau satu mesin dengan beberapa waktu yang berbeda. Dengan demikian hadirnya Iridesse Production Press sebagai solusi percetakan masa kini sangatlah membantu dan mempermudah proses percetakan, karena warna dari desain bisa lebih beragam dan memperluas kreatifitas mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Caroline F. Sunarko yang merupakan salah satu anggota dari Desain Grafis Indonesia (DGI) bahwa, “memang selama ini kita tahu bahwa Astragraphia sebagai solusi yang untuk cetak gitu. Jadi makanya kemarin saya waktu ditawari untuk mencoba menghubungi Astragraphia dan kita melihat wah ternyata ada mesin Iridesse baru yang memang kita bisa eksplorasi desain ya disitu ya, baik itu kontennya, covernya, ada kelebihan mesin bisa  enam warnanya, bisa menggunakan gold, silver, putih dan juga clear itu menurut saya sesuai gitu ya dengan apa yang kita kerjakan saat ini dan juga mahasiswa teman-teman mahasiswa melihat ini wah. Jadi ini kesempatan yang baik sekali gitu ya, mereka secara desain juga jadi ada challenge gitu ya bagaimana me-create desain dan sesuai dengan kemampuan mesin ini, saya lihat di astragraphia selama ini sangat support ya untuk kegiatan-kegiatan di kampus, akademisi, komunitas-komunitas dan semuanya jadi berjalan dengan sangat baik gitu selama ini kerjasamanya juga.”

Tidak hanya berhenti di workshop ini saja, Astragraphia bersama dengan Desain Grafis Indonesia (DGI) dan Komunitas Sastra Lintas Rupa, juga mengadakan event dimana dapat memamerkan dan mempromosikan hasil desain atau karya-karya dari mahasiswa Desain (DKV) yang dicetak langsung di mesin Iridesse Production Press. Event ini diselenggarakan pada 15 Agustus 2018 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yakni Festival Zine Mahasiswa. Selengkapnya dapat dilihat dalam video berikut ini.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website kami pada link berikut, https://www.documentsolution.com/content/insights/revealing-the-trend-design-and-printing-technology-with-astragraphia-document-solution

Astragraphia Document Solution Dukung Klinik Ngulik Zine

Bantu dukung mahasiswa untuk kreatif memproduksi Zine

 

LRG_DSC03229

Pernah mendengar kata Zine? secara umum Zine adalah singkatan dari fanzine atau magazine, adalah sebuah media cetak alternatif yang biasanya diterbitkan secara personal atau kelompok kecil dan di perbanyak melalui fotokopi. Format acara Klinik Ngulik Zine ini berupa workshop yang dilakukan kepada beberapa kampus di Jakarta, seperti Institut Kesenian Jakarta, Universitas Bina Nusantara, Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara dan Universitas Pelita Harapan.

Dalam Klinik Ngulik Zine ini para mahasiswa mendapat berbagai macam ilmu mulai dari pemaparan yang dilakukan oleh Perkumpulan Design Grafis Indonesia (DGI), komunitas Sastra Lintas rupa hingga dari Astragraphia Document Solution yang memberikan penjelasan tentang tips digital printing dengan menggunakan mesin produksi terbaru dari Fuji Xerox, yakni Fuji Xerox Irridesse Production Press.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website kami pada link berikut, https://www.documentsolution.com/content/news/astragraphia-document-solution-fully-support-klinik-ngulik-zine

 

Yuk, Ketahui Lebih Dalam Tentang Xerox di Indonesia

DCIM100MEDIADJI_0257.JPG

Xerox merupakan perusahaan multinasional yang secara global melayani pemrosesan dokumen hingga pasar jasa keuangan. Xerox mengembangkan, memproduksi hingga memasarkan mesin fotokopi, printer, produk faksimili, scanner, workstation, software serta perangkat pendukung lainnya di lebih dari 130 negara dan berpusat di Amerika Serikat. Tombak sejarah perjalanan Xerox dimulai pada tahun 1959, ketika pada tahun tersebut Xerox meluncurkan mesin fotokopi kertas polos otomatis pertama yang berlabel Xerox 914.

OPB_AR2016

Landscape bisnis Xerox kembali mengalami perubahan, setelah pada tahun 1962 nama Xerox, berafiliasi dengan perusahaan Fuji Film dari Jepang menjadi Fuji Xerox. Di kawasan Asia Pasifik, lini bisnis Fuji Xerox berfokus pada produksi dan pemasaran mesin cetak, seperti mesin fotocopy, printer, scanner, office multifunction dan perangkat pendukung lainnya.

PSB_AR2016

Ekspansi bisnis Fuji Xerox memasuki Indonesia dimulai pada tahun 1971, melalui kedekatan hubungan antara pemilik Astra Internasional, William Suryadjaya dan tokoh Fuji Xerox, Mr. Yotaro Kobayashi (Tony Kobayashi), sehingga Fuji Xerox pun masuk di Indonesia sebagai salah satu lini bisnis dibawah payung  Astra Internasional. Sejalan dengan bisnis yang terus berkembang di Indonesia, Fuji Xerox pun menjadi bagian dari PT Astra Graphia Tbk pada tahun 1976.

Keberadaan Fuji Xerox di Indonesia dibawah payung PT Astra Graphia Tbk dijalankan oleh salah satu lini bisnisnya, yakni Astragraphia Document Solution sampai saat ini. Dalam menjalankan bisnisnya Astragraphia Document Solution didukung penuh oleh beberapa hal, diantaranya adalah kualitas produk dari Fuji Xerox, sistem operasi yang mumpuni, hingga sumber manusia yang cakap. Sehingga dengan ketiga hal tersebut kami berharap terus memberikan service exellence kepada pelanggan.

Untuk Informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi website kami pada link berikut, https://www.documentsolution.com/content/insights/let-knowing-more-about-xerox-in-indonesia

Dukung Fotografer muda, Astragraphia memberikan cetakan terbaik buku katalog “Bilik Mata”

LRG_DSC04866

Astragraphia Document Solution merupakan distributor eksklusif brand Fuji Xerox di Indonesia. Astragraphia berada di balik sebuah kegiatan fotografi mahasiswa dan mendukung secara penuh acara tersebut melalui layanan dan solusi cetaknya yang reliable, sehingga semakin mengukuhkan peran Astragraphia sebagai perusahaan yang mendukung kreatifitas dan inovasi kaum muda.

LRG_DSC04853

Kegiatan untuk membantu kaum muda kreatif ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Astragraphia. Beberapa waktu yang lalu, perusahaan juga mendukung komunitas Sastra Lintas Rupa yang memiliki kegiatan untuk mengabdikan dan melestarikan semua dokumen dari masa ke masa, termasuk pengarsipan seni dan budaya.

Kali ini dengan menggunakan mesin Fuji Xerox Versant 3100 Press memberikan hasil kualitas print foto terbaik di kelasnya. Fuji Xerox Versant 3100 Press ini memiliki kemampuan resolusi print 2.400 x 2.400 dpi, dirancang untuk memberikan hasil cetak high definition dan konsisten mulai dari cetakan pertama.

LRG_DSC04886

Astragraphia Document Solution memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Telefikom Fotografi, sebuah wadah Kegiatan Mahasiswa pecinta fotografi dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) mengadakan sebuah rangkaian kegiatan pameran fotografi tahunan bertajuk “Trivia” dengan membawa tema “Bilik Mata”. Tujuan dilangsungkannya acara ini adalah sebagai media untuk mahasiswa menuangkan ide serta kreatifitas dalam menyampaikan pesan-pesan serta nilai keindahan seni dalam bentuk visual.

Rangkaian kegiatan “Bilik Mata” ini ingin menunjukkan sisi lain dari sebuah fenomena yang tidak terlihat oleh orang lain, sehingga dapat menumbuhkan pemikiran untuk tidak selalu menilai sesuatu terlalu cepat. Kegiatan ini diadakan dalam beberapa rangkaian, termasuk acara Seminar, Workshop hingga pameran fotografi.

Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi website kami pada link berikut, https://www.documentsolution.com/content/news/support-young-photographer-astragraphia-provides-the-best-quality-print-for-bilik-mata-catalog-books