Kupas Asik Desain dan Teknologi Printing Bersama Astragraphia Document Solution

LRG_DSC03229

Jakarta, 14 Juli 2018– Berbicara mengenai perkembangan teknologi dan desain, apakah menurut anda dua hal ini memiliki keterkaitan? Yaaaa, tentu saja. Teknologi yang terus berkembang secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan inspirasi desain. Tidak mungkin inspirasi mengenai desain selalu bergerak dengan ide yang sama, dan warna yang datar seperti hiam putih atau mungkin juga warna-warna dasar saja. Berangkat dari perkembangan teknologi saat ini, Astragraphia bersama dengan Desain Grafis Indonesia (DGI), memberikan update mengenai trend design dan digital printing. Kedua topik tersebut dibungkus dengan sebuah workshop yakni “Klinik Ngulik Zine“. Acara ini berlangsung di Head Office PT Astra Graphia Tbk, Kramat Raya jakarta.

Klinik Ngulik Zine melibatkan mahasiswa DKV dari beberapa Universitas yang tergabung dalam redaksi-redaksi Zine di kampus mereka masing-masing, diantaranya Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Tarumanegara, dan juga Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Zine itu sendiri apa sih? Zine dapat dikatakan seperti majalah yang non komersil yang diterbitkan secara independen oleh designer grafis, dimana mahasiswa yang tergabung didalamnya dapat mengeksplor dan menuangkan hobi, minat, serta ide mereka dalam bentuk karya baik itu berupa teks, gambar, dan lainnya.

Pelopor utama diadakannya event ini, Caroline F. Sunarko berharap agar mahasiswa – mahasiswa desain tidak hanya mendapatkan ilmu secara teoritikal tetapi juga secara praktikal. Agar mereka dapat memiliki pengetahuan serta pengalaman yang lebih baik lagi mengenai desain dan output nya agar bisa berkembang dan dikenal lebih luas (go-public).

Di kegiatan Klinik Ngulik Zine ini, terdapat sharing diantara peserta dengan beberapa narasumber yakni senior-senior yang sudah lebih dulu mengenal Zine, dari: DGI (Desain Grafis Indonesia), Astragraphia, dan pengalaman-pengalaman dari mahasiswa itu sendiri serta project apa saja yang telah mereka kerjakan selama tergabung dalam Zine. “Kita ngasih insight bagaimana pengalaman kita dulu dalam membuat Zine, membuat proyek independen. Dan bagaimana caranya supaya itu semua bisa estetis dengan konten yang baik maupun output yang maksimal“, ucap Rouzel Waworuntu sebagai narasumber dari Sastra Lintas Rupa.

Pada workshop ini, Teguh Sarjono selaku Color Expert dari Astragraphia membantu mengenalkan dan memberikan informasi seputar desain dan output dari desain yang baik kepada para peserta (mahasiswa DKV) guna mengembangkan lagi Zine mereka masing–masing. Setelah mendapatkan pengetahuan dalam pembuatan Zine, Astragraphia memberikan informasi mengenai trend digital printing terbaru yaitu dengan menggunakan mesin production dari Fuji Xerox, Iridesse Production Press. Disini Iridesse Production Press hadir sebagai teknologi pertama dan terbaru di dunia yang mempunyai toner atau warna baru. Ada special colour yang ditawarkan dalam penggunaan Iridesse Production Press selain warna standard Black, Cyan, Magenta, dan Yellow (CMYK), Iridesse Production Press kini memiliki warna baru Gold, Silver, Putih, dan Clear (Spot UV). Sehingga ini dapat membantu memperluas serta mengembangkan kreatifitas peserta sebesar-besarnya, karena tidak terbatas lagi pada warna dasar CYMK.

Kita tahu, para designer dituntut memperluas imajinasi mereka, namun terkadang terbentur dengan hasil kualitas print yang tidak sesuai (kualitas hasil cetak turun). Hal ini ternyata disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai konsep digital printing, tips sebelum melakukan print, proses printing atau pencetakanya. Kurang nya pengetahuan mereka terhadap printer yang mereka gunakan menyebabkan hasil desain menjadi flat atau tidak memiliki value. Astragraphia juga menjelaskan tentang bagaimana cara mendesain yang baik dan benar agar pada saat di cetak, hasil desain dapat sesuai dengan ekspektasi mereka. Salah satu nya dengan memberi tahu mengenai solusi yakni color matching, bagaimana kita menyamakan warna satu mesin dengan mesin yang lain, atau satu mesin dengan beberapa waktu yang berbeda. Dengan demikian hadirnya Iridesse Production Press sebagai solusi percetakan masa kini sangatlah membantu dan mempermudah proses percetakan, karena warna dari desain bisa lebih beragam dan memperluas kreatifitas mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Caroline F. Sunarko yang merupakan salah satu anggota dari Desain Grafis Indonesia (DGI) bahwa, “memang selama ini kita tahu bahwa Astragraphia sebagai solusi yang untuk cetak gitu. Jadi makanya kemarin saya waktu ditawari untuk mencoba menghubungi Astragraphia dan kita melihat wah ternyata ada mesin Iridesse baru yang memang kita bisa eksplorasi desain ya disitu ya, baik itu kontennya, covernya, ada kelebihan mesin bisa  enam warnanya, bisa menggunakan gold, silver, putih dan juga clear itu menurut saya sesuai gitu ya dengan apa yang kita kerjakan saat ini dan juga mahasiswa teman-teman mahasiswa melihat ini wah. Jadi ini kesempatan yang baik sekali gitu ya, mereka secara desain juga jadi ada challenge gitu ya bagaimana me-create desain dan sesuai dengan kemampuan mesin ini, saya lihat di astragraphia selama ini sangat support ya untuk kegiatan-kegiatan di kampus, akademisi, komunitas-komunitas dan semuanya jadi berjalan dengan sangat baik gitu selama ini kerjasamanya juga.”

Tidak hanya berhenti di workshop ini saja, Astragraphia bersama dengan Desain Grafis Indonesia (DGI) dan Komunitas Sastra Lintas Rupa, juga mengadakan event dimana dapat memamerkan dan mempromosikan hasil desain atau karya-karya dari mahasiswa Desain (DKV) yang dicetak langsung di mesin Iridesse Production Press. Event ini diselenggarakan pada 15 Agustus 2018 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yakni Festival Zine Mahasiswa. Selengkapnya dapat dilihat dalam video berikut ini.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website kami pada link berikut, https://www.documentsolution.com/content/insights/revealing-the-trend-design-and-printing-technology-with-astragraphia-document-solution

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized by Astragraphia Document Solution. Bookmark the permalink.

About Astragraphia Document Solution

Astragraphia mengawali perjalanan bisnis pada tahun 1971 sebagai Divisi Xerox di PT Astra Internasional yang kemudian dipisahkan menjadi badan hukum sendiri pada tahun 1975. Pada tanggal 22 April 1976 Astragraphia ditunjuk secara langsung sebagai distributor ekslusif dari Fuji Xerox Co. Ltd. Jepang untuk seluruh Indonesia dengan ruang lingkup usaha sebagai penyedia perangkat perkantoran. Tahun 1989 Astragraphia mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) dengan simbol saham ASGR. Per tanggal 31 Desember 2009, 76,87% saham Astragraphia dimiliki oleh PT Astra International Tbk, dan sisanya dimiliki oleh publik. Sejalan dengan tuntutan kebutuhan pelanggan yang dinamis dan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, sejak tahun 1990-an Astragraphia mulai merintis transformasi bisnis menjadi penyedia solusi teknologi informasi. Sejak tahun 2008 manajemen telah memantapkan ruang lingkup usaha Astragraphia sebagai penyedia bisnis berbasis teknologi informasi & komunikasi atau yang dikenal dengan sebutan ICT (Information & Communication Technology). Kantor pusat Astragraphia terletak di Jalan Kramat Raya 43, Jakarta 10450, dan memiliki 92 titik layan di 32 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s