“Empat Warna Special Color dari Fuji Xerox Iridesse Membuat Hasil Print Jauh Lebih Memukau”

Printart2

Sang pemilik perusahaan, Bapak Sarwie atau biasa dipanggil Pak Awie (kelahiran 8 Desember 1953) walaupun dengan berlatar belakang pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama saja, tetapi pengetahuan otodidaknya menjadikan beliau sebagai Electrical Engineering sebuah perusahaan swasta sejak tahun 1976 hingga tahun 1982. Dan pada tahun 1983, Pak Awie mengembangkan usaha sendiri di bidang percetakan.

Kini usaha Percetakan Pak Awie, berkembang menjadi besar. Bisa dikatakan yang terbesar di Pekanbaru. Print Art kini telah memiliki lebih kurang 60 karyawan dengan armada mesin yang cukup lengkap, baik offset maupun digital printing. Diantaranya 2 unit mesin cetak Offset Heidelberg SM 52/4, 1 unit mesin cetak Offset Heidelberg SX 74/2, 3 unit mesin cetak Offset Heidelberg GTO 52/2, Mesin-mesin cetak Digital Printing large format Indoor & outdoor,  Mesin Fuji Xerox Production DC9000, Mesin Fuji Xerox Production C800, dan Mesin Fuji Xerox Production Iridesse.  Redaksi mendapatkan kesempatan mewawancarai pemilik usaha percetakan ini, untuk mendapatkan opini-opini beliau termasuk mengenai pilihan mesin terbarunya, Fuji Xerox Production Iridesse

Print Art Printing

Bisa diuraikan visi misi ke depan dari PrintArt?

Print Art berusaha untuk selalu mengikuti perkembangan zaman, karena trend cetak dari tahun 80-an sudah sangat berbeda dengan trend saat ini. Printshop kami selalu mengikuti trend teknologi digital printing, jadi setiap hasil cetakan kami dapat diterima masyarakat luas dari berbagai kalangan.

Bagaimana kondisi cetak di daerah Bapak? Prospek ke depannya dan peluang marketnya?

Saya melihat Peluang pasar printing di Pekanbaru sangat besar. Disini PrintArt senantiasa ingin memberi yang terbaik untuk konsumen. Inilah salah satu alasan kenapa akhirnya kami memilih mesin Fuji Xerox Iridesse.

Ada rencana pengembangan usaha ke daerah lainnya?

PrintArt berfokus pada pasar atau market di Pekanbaru. Karena tadi peluang disini masih cukup besar. Kami berusaha melakukan improvisasi demi menjaga kepuasan pelanggan kami yang membutuhkan hasil cetak berkualitas.

Apa alasan teknis Bapak memillih mesin cetak Fuji Xerox Iridesse Production Press?

Saat melihat mesin Iridesse ini, saya merasa bahwa mesin digital dari Fuji Xerox ini dapat menjawab tren market saat ini. 4 warna special color-nya yang membuat hasil print jauh lebih memukau. Kami di Print Art berani menginvestasi ke-empat warna special sekaligus yaitu Gold dry-ink, Silver dry-ink, Clear dry-ink, dan juga White dry-ink.

Selain bisa menghasilkan warna metallic ini, yang paling saya suka adalah mesin Iridesse bisa melakukan pencetakan long banner sampai ukuran 330 x 1.200 mm (standard). Selain itu kami melihat after sales service yang baik dari Astragraphia. Kami pegang janji dari tenaga support dari Astragraphia mulai dari sales, customer service, dan teknisi. Semua memberikan support yang cepat dan baik. Oleh karena itu, semua mesin digital printing di Print Art bermerk Fuji Xerox dari Astragraphia.

Opini Bapak/Ibu mengenai trend industri printing ke depannya?

Industri kreatif cukup menjanjikan dan tentunya perlu didukung dengan mesin kualitas yang baik juga. Kami di Print Art berusaha untuk terus mengikuti perkembangan design dan industri kreatif.


Print Art

“…kami melihat after sales service yang baik dari Astragraphia. Kami pegang janji dari tenaga support dari Astragraphia mulai dari sales, customer service, dan teknisi. Semua memberikan support yang cepat dan baik.”

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized by Astragraphia Document Solution. Bookmark the permalink.

About Astragraphia Document Solution

Astragraphia mengawali perjalanan bisnis pada tahun 1971 sebagai Divisi Xerox di PT Astra Internasional yang kemudian dipisahkan menjadi badan hukum sendiri pada tahun 1975. Pada tanggal 22 April 1976 Astragraphia ditunjuk secara langsung sebagai distributor ekslusif dari Fuji Xerox Co. Ltd. Jepang untuk seluruh Indonesia dengan ruang lingkup usaha sebagai penyedia perangkat perkantoran. Tahun 1989 Astragraphia mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) dengan simbol saham ASGR. Per tanggal 31 Desember 2009, 76,87% saham Astragraphia dimiliki oleh PT Astra International Tbk, dan sisanya dimiliki oleh publik. Sejalan dengan tuntutan kebutuhan pelanggan yang dinamis dan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, sejak tahun 1990-an Astragraphia mulai merintis transformasi bisnis menjadi penyedia solusi teknologi informasi. Sejak tahun 2008 manajemen telah memantapkan ruang lingkup usaha Astragraphia sebagai penyedia bisnis berbasis teknologi informasi & komunikasi atau yang dikenal dengan sebutan ICT (Information & Communication Technology). Kantor pusat Astragraphia terletak di Jalan Kramat Raya 43, Jakarta 10450, dan memiliki 92 titik layan di 32 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s