Buku Fotografi “Guardians of Tradition” karya P. J. Leo Diluncurkan Catatan Visual Tentang Cina Benteng untuk Rayakan 35 Tahun The Jakarta Post

Cina Benteng

Jakarta, 27 April 2018 – Jurnalis foto harian The Jakarta Post, Pujianto Johan Leo atau yang lebih dikenal dengan nama P. J. Leo, meluncurkan buku fotografi mengenai etnis Cina Benteng berjudul “Guardians of Tradition”. Peluncuran buku fotografi ini merupakan salah satu rangkaian perayaan hari jadi yang ke-35 harian berbahasa yang mulai terbit sejak 25 April 1983 tersebut.  Foto-foto dalam buku ini merupakan kumpulan karya jurnalistik Leo tentang Cina Benteng yang dibuat dalam rentang waktu antara 2009 hingga 2018 dan pernah dimuat sebagai esai foto dalam beberapa edisi The Jakarta Post.

Leo memiliki ketertarikan mendalam terhadap sejarah dan perkembangan masyarakat Cina Benteng yang bermula ketika ia melakukan hunting foto ke Klenteng Boen Tek Bio, salah satu klenteng Tionghoa tertua di Jabodetabek yang berada tepat di pusat kawasan Pecinan, Pasar Lama Tangerang.

Nama Benteng yang melekat pada sebutan bagi masyarakat Tionghoa di Tangerang ini merujuk pada lokasi tempat mereka tinggal yang berada dekat dengan benteng Belanda yang difungsikan sebagai pos pengamanan untuk menjaga wilayah kekuasaan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) itu dari serangan pasukan Kesultanan Banten. Saat ini, masyarakat Cina Benteng banyak mendiami beberapa wilayah di Tangerang seperti kawasan Pasar Lama, Karawaci, Pabuaran, Sewan, Curug, Legok, Panongan dan beberapa wilayah lainnya. Umumnya, kawasan-kawasan yang didiami oleh warga Cina Benteng masih berada di sekitar daerah aliran sungai Cisadane.

Mangara Pangaribuan, Direktur PT Astra Graphia Tbk mengatakan, “Indonesia terdiri dari berbagai etnis dan kekayaan budaya yang tercipta dari berbagai latar belakang sejarah. Warisan budaya ini perlu kita jaga dan lestarikan untuk mengenang perjuangan nenek moyang kita terdahulu. Peluncuran buku Cina Benteng oleh P.J. Leo dari The Jakarta Post merupakan ide yang sangat kreatif untuk melestarikan budaya. Langkah ini selaras dengan nilai-nilai perusahaan kami, yaitu Valuable to the Nation and Life,sehingga kami merasa terhormat telah terpilih untuk mendukung proses pencetakan buku Cina Benteng. Kami berharap masyarakat Indonesia dapat memunculkan ide-ide yang lebih kreatif lagi dalam mengenang sejarah bangsa untuk diwariskan ke generasi-generasi mendatang.”

Cina Benteng2.JPG

Cukup banyak ritual dan tradisi serta aspek-aspek kehidupan masyarakat Cina Benteng yang dicatat oleh Leo dalam kerja jurnalistiknya. Ia meliput tak hanya perayaan Arak-arakan 12 Tahunan untuk memindahkan Toapekong dan patung Dewi Kwan Im yang di puja oleh masyarakat Cina Benteng dari Klenteng Boen San Bio di kawasan Pasar Baru Tangerang ke Klenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama, tapi juga pernikahan dengan adat Cina Benteng yang kini telah sangat langka digelar.

Di luar berbagai tradisi tersebut, Leo juga berinteraksi dengan banyak warga Cina Benteng yang memiliki berbagai keahlian unik untuk bidang-bidang yang tak lagi menarik bagi generasi muda seperti pesinden dan musisi Gambang Kromong generasi terakhir di Tangerang, pembuat Tehyan, alat musik khas Cina, hingga pengerajin kue keranjang atau pemilik Rumah Kebaya rumah khas Cina Benteng yang makin sulit ditemui karena berganti dengan rumah modern.

“Saya mencoba mengabadikan kisah tentang orang-orang Cina Benteng yang kerap tak tertangkap radar. Pengerajin kue keranjang yang saya datangi, misalnya, bukan Ny. Lauw yang pabriknya telah dikenal luas, melainkan seorang encim tua yang masih mengaduk sendiri tungku dodolnya,” kata Leo.

 

Melalui foto-foto dan catatan yang dibuatnya, Leo mencoba menampilkan sisi humanisme yang didekati dan diselaminya sepanjang melakukan tugas jurnalistik di kawasan pemukiman Cina Benteng di berbagai wilayah Tangerang. Melankoli kehidupan warga Cina Benteng yang dengan gigih mempertahankan dan merawat tradisi leluhur mereka berusaha ditangkap Leo dan dijadikan catatan visual yang diharapkan bisa menjadi sumbangan literatur bagi siapa saja yang ingin mengenal kehidupan masyarakat Cina Benteng dengan lebih baik. Semata-mata karena ia ingin karya foto dan catatannya tentang Cina Benteng yang tercecer di berbagai edisi harian The Jakarta Post dapat dikumpulkan dan menjadi sekelumit catatan yang dapat dibuka dan dibaca ulang manakala ada orang yang ingin mengetahui serba serbi warga Tionghoa di Tangerang itu. Lewat buku ini, Leo mencoba mengabadikan cerita tentang warga Cina Benteng dan daya hidup yang terus coba mereka sambung untuk dapat mempertahankan tradisi leluhurnya.

Chief Executive Officer The Jakarta Post, Judistira Wanandi atau yang lebih akrab disapa Yudi Wanandi mengaku bahagia, The Jakarta Post dapat menerbitkan buku “Guardians of Tradition”karya Leo ini di ulang tahun ke-35 harian berbahasa Inggris tersebut. “Diterbitkannya buku ini memiliki arti penting dalam merajut kembali semangat persatuan Indonesia yang saat ini dirasa mulai pudar, dengan menanamkan pemahaman kepada para pembacanya tentang kebhinnekaan yang dimiliki bangsa Indonesia,” Yudi mengatakan.

Buku ini, menurut Yudi, merupakan sebuah sarana untuk mengenal lebik dekat komunitas etnis Cina Benteng yang ada di Tangerang. “Kami berharap, foto-foto indah di dalam buku ini, bisa menjadi sarana bagi siapa pun untuk mengenal dan memahami lebih jauh sejarah dan kehidupan komunitas Cina Benteng. Melalui artefak-artefak yang ditinggalkan para leluhur dan tuturan dari Oey Thin Eng, yang selama 15 tahun mendedikasikan hidupnya untuk Klenteng Boen Tek Bio dan sangat fasih menceritakan sejarah komunitas ini,” Yudi menandaskan. Selain itu, Yudi juga berharap buku “Guardians of Tradition” ini memperoleh sambutan positif dari masyarakat dan memberikan pengaruh yang signifikan dalam proses menumbuh kembangkan dan merawat kebhinnekaan yang merupakan kekayaan bangsa kita.

 

Advertisements

Kolaborasi Astragraphia Document Solution, Sampurna Print dan Universitas Jenderal Soedirman Wujudkan UNSOED Menjadi World Class University Press

Foto bersama Unsoed

Purwokerto- 20 April 2018 – Astragraphia Document Solution sebagai penyedia solusi layanan dokumen bersama dengan Sampurna Print Shop sebagai bisnis partner menjalin kolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman untuk mewudkan UNSOED menjadi World Class University. Sebuah Universitas memang memerlukan University Press untuk menunjang publikasi karya ilmiah yang telah dihasilkan baik oleh dosen, peneliti/akademisi muda maupun calon sarjana.

Sebagai catatan, hadirnya University Press bagi institusi pendidikan memiliki peran sentral terhadap peningkatan taraf akademis, baik dalam mendukung akreditasi sekaligus sebagai pendukung pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi, yakni salah satunya pengabdian terhadap masyarakat melalui tanggung jawab publikasi aset intelektual seperti jurnal ilmiah, buku ajar, literature, skripsi, tesis dan lain-lain

Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, mengatakan, “Penerbitan merupakan salah satu bidang penting yang harus dilakukan oleh akademisi. Hanya dengan menulis saja tidaklah cukup, musti ditunjang dengan penerbitan dalam bentuk buku ilmiah, buku ajar, buku teks, monograf, jurnal dan lain-lain. Karena dengan penerbitan ilmiah, akademisi khususnya dari UNSOED berpeluang menyebarkan pikiran dan ide mereka untuk dibaca masyarakat baik di kampus maupun masyarakat luas, sebagai bukti pengabdian masyararakat.”

Universitas Jenderal Soedirman merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi yang tengah melakukan pengembangan University Press di Indonesia. Astragraphia dalam kolaborasi ini merupakan pihak yang memberikan solusi dan konsultasi teknologi bagi pengembangan UNSOED University Press, sehingga diharapkan IT Maturity yang dimiliki oleh UNSOED University Press kedepannya bisa memiliki produktivitas untuk mencetak segala macam publikasi ilmiah.

Pengembangan yang dilakukan UNSOED dalam mewujudkan “UNSOED Press go to digital and becoming the world class university press” ini antara lain dengan melakukan rejuvenasi mesin cetak dengan solusi yang di berikan oleh Astragraphia melalui mesin Fuji Xerox D125, agar segala proses percetakan produk-produk ilmiah sudah terdigitalisasi, sehingga mempercepat proses percetakan hingga publikasi. Diketahui bahwa dengan digitalisasi ini, maka proses percetakan bisa mengurangi biasa produksi hingga 70%.

Mangara Pangaribuan, Direktur Astragraphia, menambahkan, “Astragraphia selalu berkomitmen memberikan solusi terhadap segala permasalahan percetakan serta dokumen. Harapan kami, dengan adanya penandatanganan kerjasama ini, semua pihak tidak hanya bisa mendapatkan keuntungan dari aspek bisnis saja, melainkan keuntungan jangka panjang berupa majunya kualitas penerbit institusi pendidikan tinggi di Indonesia, melalui digitalisasi University Press.

“Kami akan terus memastikan bahwa UNSOED University Press menjadi unit yang efektif dan produktif bagi kampus, serta kami pun akan memastikan solusi ini bisa dimanfaatkan seluruh civitas akademika Universitas Jenderal Soedirman.” Tambah Dr. Drs. Hananto Prasetyo, S.H., M.M., M.H. dari Sampurna Print

Sebagai informasi tambahan, sebelum adanya kerjasama yang dilakukan antara 3 pihak ini. UNSOED masih mengadopsi mesin cetak offset keluaran tahun ’84, yang masih konvensional dan belum menunjang print on demand, sehingga memerlukan proses serta waktu lama dalam pencetakan hingga pengemasan. Harapannya, dengan adanya digitalisasi University PressUNSOED ini, UNSOED semakin produktif dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi melalui publikasi ilmiahnya.

Proses Penandatangan Kerjasama antara Sampurna dan Unsoed

Proses penandatangan perjanjian kerjasama dengan UNSOED

Dukung Beragam Pekerjaan pada Usaha Kecil dan Menengah, Astragraphia Document Solution Hadirkan Mesin Multifungsi Color Fuji Xerox DocuCentre SC2022

Akebono 3

Jakarta, 6 Juni 2018 – Astragraphia Document Solution meluncurkan perangkat multifungsi Color Fuji Xerox terbaru dengan tipe DocuCentre SC2022. Perangkat yang dirancang untuk kemudahan pengoperasian dengan fungsi yang sudah ditingkatkan ini cocok digunakan oleh usaha kecil dan menengah. Fuji Xerox DocuCentre SC2022 hadir untuk menjawab kebutuhan pengguna dan semakin mempercepat perkembangan bisnis pelanggan di era serba mobile ini.

Hadir dengan color screen touch panel serta memiliki user interface yang intuitif, DocuCentre SC2022 juga menawarkan konektivitas dari berbagai platform. Fitur ini dapat membantu berbagai gaya bekerja guna meningkatkan mobilitas yang tinggi

 

Image
Docucentre SC2022

 

Mangara Pangaribuan, Direktur PT Astra Graphia Tbk mengatakan, “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 59,7 juta. Sektor industri UMKM ini memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk mendorong perkembangan UMKM, kali ini Astragraphia menghadirkan DocuCentre SC2022 dengan fitur dan performa mumpuni untuk para pelaku UMKM dan Start-up. Perangkat yang memiliki kemampuan high-mobility ini, kini tidak hanya bisa dinikmati oleh perusahaan berskala besar saja.”

Pengoperasian yang Mudah

Panel sentuh dengan layar berwarna menggunakan icon dan warna-warna yang mudah dipahami oleh pengguna. Layar sentuh ini juga dapat disesuaikan dengan fungsi dan pengaturan yang sering digunakan, dan dapat disimpan sebagai icon pada panel, sehingga pengguna dapat mengoperasikan mesin dengan efisien.

Image 2

Image 3Konektivitas dengan Mobile

Wireless LAN Kit menawarkan fitur pencetakan langsung dari perangkat iOS dan Android yang dapat meringankan lalu lintas jaringan dan mendorong kinerja pengguna. Fungsi NFC memungkinkan pengguna Android untuk mencetak secara langsung ke mesin DocuCentre SC2022

Performa Cetak Berkualitas Tinggi

Fuji Xerox’s digital Image Registration Control Technology (IReCT®) mengoreksi kesalahan warna pada resolusi tinggi 1.200 x 2.400 dpi, sementara teknologi edge-enhancementmenghaluskan sisi karakter yang bergerigi, sehingga menghasilkan hasil cetak berkualitas tinggi dengan presisi dan minim kesalahan warna. Fitur-fitur ini, sebelumnya hanya tersedia dalam model high-end dan kini tersedia di model DocuCentre SC2022.

Cetak dari dan menyimpan ke USB Flash Drive

USB Memory Kit memungkinkan pengguna untuk mencetak data yang disimpan dalam USB flash drive atau menyimpan data dokumen yang di-scan langsung dari DocuCentre SC2022 ke USB flash drive. Fitur ini menyederhanakan proses kerja tanpa memerlukan akses komputer.

Mendukung Berbagai Metode Scan

DocuCentre SC2022 mendukung network scanning (SMB/FTP), yang memungkinkan data dokumen yang di-scan untuk disimpan langsung di komputer atau server melalui jaringan dan hingga langsung dikirimkan ke email. Perangkat ini juga menawarkan scan ke WSD*, yang mengirim data yang di-scan ke komputer manapun yang terhubung ke perangkat. Metode pemindaian ini memungkinkan transmisi data dengan cepat sehingga menyederhanakan penyimpanan dan pembagian dokumen. *WSD = Web Service on Device

Pengerjaan Dokumen yang Aman

DocuCentre SC2022 menawarkan fungsi keamanan printer lebih tinggi. Dokumen cetak dan fax terakumulasi dan hanya akan dicetak atau dikirim ketika pengguna memasukkan kata sandi di perangkat. Jika pengguna tidak memasukkan kata sandi ke dalam perangkat, pekerjaan cetak tidak akan dieksekusi. Hal ini tidak hanya mencegah dokumen rahasia ditinggalkan tanpa pengawasan atau disalahgunakan, tetapi juga mengurangi pemborosan dengan menghilangkan pencetakan yang tidak disengaja atau tidak perlu.

Astragraphia Document Solution didukung dengan jaringan penjualan dan layanan purna jual yang telah menjangkau hingga 514 kota dan kabupaten di seluruh pelosok nusantara, didukung oleh 86 orang System Analyst bersertifikasi dan 300 orang Customer Engineer yang handal dan terlatih untuk memastikan produktivitas solusi dokumen di mesin MFD Fuji Xerox yang ada di pelanggan dapat berjalan dengan baik. Pelanggan dapat langsung menghubungi Halo Astragraphia di nomor telepon 1500345.