Warna Ruangan Kantor Berdasarkan Pada Jenis Pekerjaannya

2

Warna umumnya diasosiasikan dengan emosi atau kondisi batin. Misalnya, merah biasanya menandakan kemarahan, agresivitas, dan bahkan bahaya. Efek warna tersebut bisa juga dimanfaatkan untuk memberikan stimulan atau menenangkan seluruh staf di kantor.

Menurut psikolog warna terkenal bernama Angela Wright mengatakan bahwa, berbeda dengan opini populer, hal yang menentukan pengaruh sebuah warna adalah intensitasnya, bukan warnanya sendiri.

Menurut Angela, yang membuat warna bisa berpengaruh (menstimulasi atau menenangkan) bukanlah warnanya, tapi intensitasnya. Warna yang kuat dan terang akan membantu menstimulasi, sedangkan warna yang sedikit redup akan menenangkan.

Lalu warna apa saja yang harus Anda gunakan berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan dalam ruangan kerja Anda? Berikut penjabarannya secara singkat:

  • Biru dengan bintik oranye bagus untuk pekerjaan yang membutuhkan berpikir.
  • Kuning cocok untuk desainer karena bisa menstimulasi kreativitas.
  • Merah cocok untuk semua pekerjaan yang memerlukan aktivitas fisik.
  • Hijau cocok untuk akuntan, atau pekerjaan apapun yang melibatkan pertukaran uang.

Tentu saja, aturan ini tidak absolut. Founder dan CEO PapayaMobile Si Shen punya pendapat lain mengenai pengaruh dari tiap warna, dan semuanya bertujuan untuk menghidupkan suasana di kantor.

Ruangan AppFlood, yang merupakan ruangan konferensi utama mereka, dicat merah untuk menandakan keseriusan, karena di sinilah tempat terjadinya persetujuan atau keputusan penting yang mempengaruhi masa depan PapayaMobile terbentuk. Sementara warna biru dipilih untuk warna ‘Papaya Reading Room’ untuk ketenangan dan kebijaksanaan.

Nah, kedua studi kasus di atas bisa menjadi referensi Anda untuk menentukan warna ruangan kerja Anda. Jadi, pilih warna apa?

Advertisements
This entry was posted in Tips Kantor and tagged , , , , , , , by Astragraphia Document Solution. Bookmark the permalink.

About Astragraphia Document Solution

Astragraphia mengawali perjalanan bisnis pada tahun 1971 sebagai Divisi Xerox di PT Astra Internasional yang kemudian dipisahkan menjadi badan hukum sendiri pada tahun 1975. Pada tanggal 22 April 1976 Astragraphia ditunjuk secara langsung sebagai distributor ekslusif dari Fuji Xerox Co. Ltd. Jepang untuk seluruh Indonesia dengan ruang lingkup usaha sebagai penyedia perangkat perkantoran. Tahun 1989 Astragraphia mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) dengan simbol saham ASGR. Per tanggal 31 Desember 2009, 76,87% saham Astragraphia dimiliki oleh PT Astra International Tbk, dan sisanya dimiliki oleh publik. Sejalan dengan tuntutan kebutuhan pelanggan yang dinamis dan perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi, sejak tahun 1990-an Astragraphia mulai merintis transformasi bisnis menjadi penyedia solusi teknologi informasi. Sejak tahun 2008 manajemen telah memantapkan ruang lingkup usaha Astragraphia sebagai penyedia bisnis berbasis teknologi informasi & komunikasi atau yang dikenal dengan sebutan ICT (Information & Communication Technology). Kantor pusat Astragraphia terletak di Jalan Kramat Raya 43, Jakarta 10450, dan memiliki 92 titik layan di 32 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s